Pengembangan SAF melalui Biorefinery Cilacap juga memberikan multiplier effect yang signifikan. Dari sisi ekonomi, proyek ini berpotensi memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto nasional hingga Rp199 triliun per tahun.
Baca Juga: Masuk IIMS 2026, Jasa Marga Kenalkan Travoy sebagai Asisten Digital Perjalanan
Dari sisi lingkungan, pengembangan SAF berkontribusi pada pengurangan emisi karbon hingga 600 ribu ton CO₂ per tahun. Sementara dari sisi sosial, proyek ini mendorong penyerapan tenaga kerja sekitar 5.900 orang dan berkontribusi terhadap target TKDN sebesar 30 persen.
Pertamina juga menjalankan program pengumpulan minyak jelantah dari masyarakat melalui beberapa Bank Sampah Beo Asri, diantaranya yang berlokasi di Kelurahan Tegalreja Kabupaten Cilacap yang terdiri lebih dari 2.900 Kepala Keluarga.
“Ini salah satu proyek percontohan yang cukup lengkap, banyak sekali multiplier effect yang kita peroleh. Bisa mengurangi impor, mengurangi current deficit, bisa menciptakan lapangan pekerjaan, menjadi energi hijau yang bisa mengurangi karbon emisi serta sekaligus mengurangi polusi juga yang membuat paru-paru kita sehat,” imbuh Emma.
Baca Juga: Mengenal Shio Kuda Api, Energi Besar yang Mengiringi Imlek 2026
Melalui pengembangan Biorefinery Cilacap, Pertamina menegaskan komitmennya untuk terus mendukung ketahanan dan kemandirian energi nasional sekaligus mendorong percepatan transisi energi yang inklusif dan berkelanjutan.
“Pengembangan Biorefinery Cilacap menjadi fondasi jangka panjang bagi penguasaan teknologi, peningkatan daya saing bangsa, serta wujud sinergi seluruh elemen dalam membangun masa depan energi yang berkelanjutan,” tandas Emma.***
Artikel Terkait
Pertamina Patra Niaga Siap Salurkan SAF untuk Dukung Penerbangan Rendah Emisi
Debut SAF Pertamina, Pesawat Lepas Landas Pakai Minyak Jelantah
Pertamina Drilling Sabet Penghargaan HSSE 2025 untuk Kategori Risiko Tinggi
Dua Proyek Hijau Pertamina Diresmikan Danantara, Wujud Keseriusan Garap Energi Ramah Lingkungan
UMiMAX Pertamina, Resep Ngebut Pelaku Usaha Ultra Mikro