Di sisi lain, minat masyarakat terhadap layanan Home Charging Services (HCS) PLN juga melonjak tajam.
Baca Juga: Eksplorasi Kampung-kampung Pecinan yang Ada di Indonesia, Destinasi Menarik untuk Liburan Imlek
Hingga akhir 2025, tercatat 70.250 pelanggan telah menggunakan layanan HCS, meningkat pesat dibandingkan tahun 2024 yang berjumlah 32.215 pelanggan.
Pertumbuhan HCS ini didorong oleh berbagai program stimulus yang ditawarkan PLN, seperti promo diskon 50% untuk biaya pasang baru maupun tambah daya serta diskon tarif tenaga listrik sebesar 30% bagi pengisian daya pada pukul 22.00–05.00 WIB, yang berlaku sejak 1 Juli 2025 hingga 30 Juni 2026.
Selain memperkuat infrastruktur fisik, PLN juga mengoptimalkan layanan digital Electric Vehicle Digital Services (EVDS) pada aplikasi PLN Mobile sebagai pendukung operasional pengguna.
Baca Juga: Transformasi Digital ASDP Berbuah Manis, Pengguna Tiket Online Ferizy Tembus 3,5 Juta di Awal 2026
Melalui fitur Trip Planner, pengguna kendaraan listrik dapat merencanakan rute perjalanan dengan mempertimbangkan jarak tempuh dan lokasi SPKLU, sementara fitur AntreEV membantu mengatur antrean pengisian daya agar layanan tetap tertib di tengah lonjakan mobilitas.
"Seiring dengan ekosistem EV yang terus bertumbuh, kami akan terus meningkatkan kesiapan layanan pengisian kendaraan listrik melalui penguatan infrastruktur di berbagai wilayah dan layanan digital yang semakin solid," tutup Adi.***
Artikel Terkait
PLN Amankan Transmisi Bireuen–Takengon Usai Sinkhole, Pasokan Listrik Aceh Kembali Stabil
PLN Dukung Kolaborasi Global IBC dan Mitra untuk Percepat Hilirisasi Industri Baterai Terintegrasi Nasional
PLN Catatkan Pemanfaatan FABA PLTU Lebih dari 3 Juta Ton, Perkuat Ekonomi Sirkuler
Uji B50 di PLTD Keledang, PLN Indonesia Power Perkuat Langkah Transisi Energi
Jakarta Electric PLN Mobile Bungkam Bandung BJB Tandamata 3-0, Peluang ke Final Four Proliga 2026 Aman