Produksi Sumur PBM-025 Tembus 205 BOPD, PEP Prabumulih Field Optimalkan Well Service

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Rabu, 11 Februari 2026 | 14:30 WIB
PEP Prabumulih Field tingkatkan produksi sumur PBM-025 hingga 205 BOPD lewat well service, lampaui target awal dan dorong efisiensi migas. (Dok. PEP Prabumulih Field)
PEP Prabumulih Field tingkatkan produksi sumur PBM-025 hingga 205 BOPD lewat well service, lampaui target awal dan dorong efisiensi migas. (Dok. PEP Prabumulih Field)

Kabar BUMN - Pertamina EP (PEP) Prabumulih Field yang berada di bawah naungan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 mencatat peningkatan produksi minyak dan gas (migas) dari sumur PBM-025 di Struktur Prabumulih Barat.

Kenaikan ini diraih setelah pelaksanaan program well service sebagai bagian dari strategi optimalisasi sumur.

Pekerjaan perawatan telah dimulai sejak 14 Januari 2026 dan kini memasuki fase uji produksi. Berdasarkan hasil uji alir awal, kemampuan produksi sumur meningkat hingga 205 barel minyak per hari (BOPD) serta gas sebesar 0,57 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD).

Baca Juga: 4 Bakmi Ayam Terenak dan Legendaris di Jakarta Barat, Salah Satunya Tertua di Jakarta

"Sumur PBM-025 kembali aktif dan produktif. Pencapaian ini adalah buah dari kerja keras seluruh tim dalam berinovasi mewujudkan ketahanan energi nasional," kata Senior Manager PEP Prabumulih Field Muhammad Luthfi Ferdiansyah.

Pelaksanaan well service bertujuan menahan laju penurunan produksi migas yang terjadi secara alami pada sumur.

Pada awalnya, kegiatan ini diproyeksikan untuk mempertahankan produksi di kisaran 70 BOPD, namun hasil uji alir awal justru menunjukkan potensi produksi yang melampaui target tersebut.

Baca Juga: 25 Bus Disiapkan, PTPN IV PalmCo Buka Mudik Gratis Lebaran 2026

Uji alir awal dilakukan guna mengukur kemampuan maksimum atau deliverability sumur dalam mengalirkan migas secara alami tanpa intervensi peralatan tambahan.

Angka yang diperoleh dari pengujian ini bukanlah representasi produksi harian jangka panjang, melainkan parameter untuk mengevaluasi performa sumur serta memahami karakteristik reservoir sebagai lapisan penyimpan migas.

Dalam pelaksanaannya, perawatan sumur PBM-025 mencakup tiga pekerjaan utama, yakni squeeze cementing pada lapisan BRF di kedalaman 1795,5–1797 mMD, perbaikan bonding semen pada interval 1816–1818 mMD, serta perforasi produksi pada lapisan R9 di kedalaman 1811,85–1814,75 mMD.

Baca Juga: Lebih dari 7,45 Juta Penerima, Bank Mandiri Konsisten Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Seluruh rangkaian pekerjaan yang berlangsung selama tiga minggu tersebut menggunakan Rig GJE-06 berkapasitas 350 HP.

Program well service dinilai efektif dalam mendongkrak produksi migas dengan pendekatan biaya yang lebih efisien.

"Keberhasilan ini membuktikan optimalisasi sumur eksisting melalui well service bisa mendorong peningkatan produksi migas secara efisien dan rendah risiko," ucap Luthfi. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini