"Dengan dukungan listrik yang memadai, kami berharap para pelaku usaha dapat meningkatkan produktivitas, inovasi, dan kemandirian, sehingga ekosistem pertanian, peternakan, perikanan, hingga sektor kelautan dapat tumbuh secara berkelanjutan,” jelas Adi.
Baca Juga: Liburan Seru ke Jember Mini Zoo: Cek Harga Tiket dan Promo Spesial Imlek 2026
Ia juga menambahkan bahwa PLN terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah untuk memperluas program listrik masuk sawah.
Melalui skema pompanisasi berbasis listrik dalam program EA, petani dapat mengurangi penggunaan bahan bakar sekaligus meningkatkan hasil panen secara signifikan.
Manfaat nyata program ini dirasakan oleh petani di Kabupaten Seluma, Bengkulu. Bupati Seluma, Teddy Rahman, menyampaikan apresiasinya terhadap sinergi PLN dalam mendorong sektor pertanian melalui pemanfaatan energi dan teknologi untuk irigasi serta pengolahan hasil tani yang berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat setempat.
Baca Juga: Investasi SDM Berkelanjutan, PT TIMAH Tbk Beri Dukungan Finansial dan Hunian bagi Mahasiswa
“Program ini bukan hanya soal pasokan listrik, tapi juga tentang bagaimana energi mampu mengubah kehidupan petani kami. Terima kasih PLN yang telah mengambil bagian penting dalam mendukung pembangunan daerah,” ucap Teddy.
Dampak positif juga dirasakan oleh Abdurrahman, peternak bebek yang tergabung dalam Kelompok Tani Sabana Mandiri di Kelurahan Sukatani, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, Banten.
Ia menyampaikan bahwa pasokan listrik yang stabil membantu menjaga suhu kandang, meningkatkan kesehatan ternak, mempercepat pertumbuhan, serta memaksimalkan produksi telur.
Baca Juga: Pertamina Sabet Anugerah Avirama Nawasena 2026 Berkat Terobosan SAF Ramah Lingkungan
"Sebelumnya, kami menghadapi banyak kendala dalam mengatur suhu bibit bebek di kandang. Dengan adanya listrik dari PLN, ternak kami menjadi lebih sehat, dan hasil produksinya pun meningkat. Program PLN ini benar-benar membawa manfaat besar bagi usaha kami," terang Abdurrahman.
Di sektor kelautan, implementasi program EM turut dirasakan oleh industri galangan kapal di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan.
Manager Production and Engineering PT Layar Perkasa Nusantara, Ashawir, menjelaskan bahwa seluruh peralatan di galangan kapal kini telah beralih menggunakan listrik, yang dinilai mampu menekan biaya operasional lebih dari 20% sekaligus mengurangi emisi gas buang.
Baca Juga: Ragam Pilihan Es Menyegarkan untuk Buka Puasa, Pelepas Dahaga yang Cepat Memulihkan Energi
“Dengan menggunakan listrik, biaya operasional yang dikeluarkan jauh lebih murah. Jika menggunakan mesin diesel, biaya operasional diprediksi hampir mencapai satu miliar per tahun, namun jika menggunakan listrik hanya sekitar Rp 730 juta per tahun,” tutup Ashawir. ***
Artikel Terkait
Aplikasi COMRELASI Elnusa Perkuat Hubungan Sosial dan Dukung Operasi Hulu Pertamina
Pertamina Resmikan Green Terminal Tanjung Sekong, Dorong Ketahanan Energi Rendah Karbon
Papua Field Academy Resmi Diluncurkan, Pertamina EP Siapkan Talenta OAP Jadi Pemimpin Energi Masa Depan
Pertamina Sabet Anugerah Avirama Nawasena 2026 Berkat Terobosan SAF Ramah Lingkungan
UMKM Binaan Pertamina Bersinar di INACRAFT 2026, Raih Transaksi Miliaran Rupiah