KreaSea Tumbuh Perkuat Green Terminal Tanjung Sekong Lewat Program Hidroponik Berbasis PLTS

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Sabtu, 14 Februari 2026 | 17:00 WIB
KreaSea Tumbuh Perkuat Green Terminal Tanjung Sekong Lewat Program Hidroponik Berbasis PLTS (Dok. Pertamina)
KreaSea Tumbuh Perkuat Green Terminal Tanjung Sekong Lewat Program Hidroponik Berbasis PLTS (Dok. Pertamina)

Intervensi PET turut mengubah pola pertanian rumah tangga yang semula belum terstruktur menjadi sistem operasional yang lebih rapi dan berkelanjutan.

Sejak pembangunan rumah hidroponik pada September 2024, program berkembang pesat dari sekadar uji coba menjadi kegiatan rutin. Selain memperkuat ketahanan pangan, aktivitas ini mulai memberikan tambahan pendapatan bagi warga.

Jumlah partisipan pun meningkat signifikan, dari 9 orang pada 2023 menjadi 30 orang saat ini.

Baca Juga: Mengapa Cokelat dan Valentine Tidak Dapat Dipisahkan? Ini Sejarah dan Alasannya

Ketua KWT Wahid Sapa, Ani Sosiawati menyampaikan awalnya program hidroponik dilakukan secara manual, namun setelah didukung bantuan rumah hidroponik dan pendampingan dari Pertamina, program hidroponik sekarang lebih tertata dan hasil panen lebih maksimal.

Kebun hidroponik ini juga menjadi sarana belajar bagi ibu-ibu RW 06 untuk meningkatkan kapasitas diri. Ani menilai manfaat yang dirasakan bukan hanya ekonomi, tetapi juga peningkatan keterampilan.

“Dari yang awalnya tidak paham, sekarang kami bisa berbagi pengetahuan ke keluarga, teman-teman yang lain,” ujar Ani. Keuntungan panen disisihkan untuk dibagikan menjelang bulan puasa sebagai bentuk kebersamaan.

Baca Juga: Jakarta Electric PLN Mobile Jaga Asa Final Four, Kembali Kalahkan Medan Falcons

“Keuntungan belum dibagi dulu, rencananya menjelang bulan puasa baru dibagikan untuk membantu kebutuhan ibu-ibu”, ujar Ani.

Ke depan, KWT Wahid Sapa berharap program ini dapat terus berkembang. “Harapan kami tidak hanya di sayuran, tapi program ini berkembang ke budidaya buah ,” ujar Ani.

Minat masyarakat terhadap hasil panen hidroponik juga terus meningkat. Mariana, warga Kapling Lama, mengaku rutin membeli setiap masa panen.

Baca Juga: Awal 2026 Moncer, PEP Sangasanga Field Lampaui Target Produksi dan Penjualan Gas

“Saya sudah sering beli sayur di sini, biasanya setiap panen pasti beli. Soalnya bagus-bagus dan awet”, ujarnya. Mariana menilai kualitas sayur hidroponik Wahid Sapa lebih unggul dan lebih murah dibanding yang biasa ia beli di pasar”.

Mariana berharap produksi sayuran bisa semakin banyak dan melimpah. “Mudah-mudahan bisa lebih banyak lagi produksinya, jadi stoknya lebih banyak dan panennya lebih cepat,” ujar Mariana.

Program KreaSea Tumbuh difokuskan pada pemberdayaan kelompok rentan untuk meningkatkan kapabilitas individu. Selain melibatkan 30 anggota KWT, program ini juga menggandeng kelompok Pemuda Berani Inovasi (PBI), keluarga penerima PKH, lansia, serta pengangguran usia produktif melalui pelatihan keterampilan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini