Telkom Akses Luncurkan LENSA Invoice Material untuk Percepat Proses Penagihan Mitra

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Kamis, 19 Februari 2026 | 06:30 WIB
Telkom Akses resmi terapkan LENSA Invoice Material berbasis RPA dan OCR untuk percepat penagihan, tingkatkan efisiensi, dan perkuat tata kelola digital. (Dok. Telkom Akses)
Telkom Akses resmi terapkan LENSA Invoice Material berbasis RPA dan OCR untuk percepat penagihan, tingkatkan efisiensi, dan perkuat tata kelola digital. (Dok. Telkom Akses)

Kabar BUMN – PT Telkom Akses (Telkom Akses), operating company PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), memperkenalkan LENSA Invoice Material, sebuah platform digital yang memanfaatkan Robotic Process Automation (RPA) dan Optical Character Recognition (OCR).

Sistem ini dirancang untuk mengoptimalkan proses administrasi penagihan mitra material proyek, mulai dari tahap verifikasi hingga pembayaran secara end-to-end.

Kehadiran inovasi ini mempertegas komitmen perusahaan dalam mempercepat agenda transformasi digital sekaligus memperkuat tata kelola bisnis berbasis teknologi.

Baca Juga: Menu Berbuka Puasa Khas Malaysia, Mudah Ditemukan di Kaki Lima di Kuala Lumpur

LENSA Invoice Material atau Intelligent Vendor Input Document & Disbursement merupakan sistem terintegrasi yang mengubah mekanisme penagihan material dari proses manual menjadi digital sepenuhnya.

Jika sebelumnya proses dilakukan secara fisik dan berisiko terjadi kesalahan, kini seluruh tahapan berjalan otomatis, paperless, lebih cepat, dan presisi. Meski terdigitalisasi, sistem ini tetap menjunjung tinggi prinsip kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

Direktur Keuangan dan Management Risiko Telkom Akses Hery Sofiaji, menegaskan bahwa pengembangan sistem ini tidak hanya berorientasi pada efisiensi, tetapi juga penguatan tata kelola perusahaan.

Baca Juga: Jelang Penutupan Februari, BUMN Teknologi Pertahanan Masih Buka Rekrutmen Magang Admin untuk Mahasiswa Semester Akhir

“LENSA Invoice Material kami rancang sebagai solusi strategis untuk menjawab tantangan efisiensi dan akurasi dalam proses penagihan mitra. Melalui digitalisasi berbasis RPA dan OCR, kami memastikan proses berjalan lebih cepat, transparan, dan tetap mengedepankan prinsip compliance,” ujar Hery.

Sebelum transformasi ini dijalankan, administrasi proyek masih bergantung pada dokumen fisik, tanda tangan basah, serta alur verifikasi bertingkat dari area hingga kantor pusat.

Kondisi tersebut sering menimbulkan pemborosan sumber daya, peningkatan biaya operasional, serta keluhan mitra akibat lamanya proses pembayaran.

Baca Juga: Butuh Ucapan Ramadan? Ini 15 Kalimat Hangat yang Cocok untuk Pesan dan Media Sosial

Kini, melalui LENSA Invoice Material, seluruh rangkaian proses, mulai dari penerbitan purchase order, verifikasi dokumen, hingga pembayaran, ditangani melalui digital automation dengan dukungan RPA untuk menjalankan proses tanpa intervensi fisik dan teknologi OCR untuk membaca serta memvalidasi dokumen secara otomatis.

Penerapan sistem ini memberikan hasil yang terukur, termasuk efisiensi biaya operasional melalui pengurangan kebutuhan cetak dan distribusi dokumen yang diproyeksikan mencapai ratusan juta rupiah setiap tahun.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini