Pada periode yang sama, pendapatan berbasis komisi mencatatkan pertumbuhan yang solid seiring meningkatnya aktivitas transaksi di berbagai lini bisnis.
Baca Juga: UMKM Pantai Bagek Kembar Didorong Lebih Siap Jualan, PLN EPI Turun Tangan
Fee Based Income (FBI) recurring Bank Mandiri tumbuh 16,1 persen secara YoY, memperkuat struktur pendapatan yang semakin berimbang dan berkelanjutan.
Pertumbuhan tersebut turut mencerminkan peningkatan produktivitas serta efektivitas pengelolaan biaya dalam mendorong kinerja keuangan yang semakin optimal, tercermin dari rasio Cost to Income Ratio (CIR) yang membaik menjadi 37,75%, turun 3,44 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang masih berada di atas 40%.
Kinerja tersebut ditopang akselerasi transaksi digital melalui Livin’ by Mandiri yang tumbuh 49,3 persen YoY, disertai peningkatan aktivitas Kopra by Mandiri sebesar 27 persen YoY.
Baca Juga: Ragam Nasi Goreng Khas Nusantara dengan Bahan yang Tidak Umum
Selain itu, transaksi treasury juga meningkat 33 persen YoY, sejalan dengan penguatan layanan transaksi digital dan solusi pengelolaan finansial yang menyeluruh bagi nasabah.
Lebih lanjut Novita mengatakan, penguatan ekosistem digital tersebut menjadi bagian dari strategi menciptakan keunggulan berkelanjutan dan memperluas inklusi keuangan melalui integrasi layanan Livin’ by Mandiri untuk nasabah ritel, Kopra by Mandiri bagi segmen pelaku usaha dan pebisnis, serta Livin’ Merchant dalam mendukung digitalisasi transaksi UMKM.
“Akselerasi ekosistem digital kami arahkan untuk menghadirkan layanan yang menyeluruh dan terintegrasi bagi masyarakat dan nasabah. Melalui konektivitas yang semakin kuat antarsegmen, kami ingin memastikan setiap kebutuhan transaksi dan pembiayaan dapat terpenuhi secara lebih mudah, cepat, dan relevan dengan perkembangan ekonomi nasional,” imbuh Novita.
Baca Juga: Arus Tol Padang–Sicincin Tak Sepenuhnya Normal, Ada Pekerjaan di KM 18
Sementara itu, dari sisi kualitas kredit, Cost of Credit (CoC) per Januari 2026 juga mencatatkan penurunan sebesar 21 basis poin (bps) YoY mencapai 0,35 persen dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) tetap terjaga stabil di 0,97 persen atau turun 3 bps secara tahunan.
Kondisi ini mencerminkan disiplin manajemen risiko serta selektivitas Bank Mandiri dalam ekspansi pembiayaan.
Sebagai mitra strategis pemerintah dan bagian dari ekosistem Danantara, Bank Mandiri terus mengarahkan pembiayaan pada sektor-sektor prioritas yang memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi dan pemberdayaan UMKM.
Baca Juga: PT Timah dan Sembat Buka Bazar Ramadhan 2026, UMKM Lokal Dapat Akses Pasar
Melalui penguatan ekosistem korporasi, ritel, dan digital yang terhubung dari hulu ke hilir, bank berkode emiten BMRI ini memastikan setiap lini bisnis saling mendukung untuk menciptakan nilai tambah yang lebih luas.
Artikel Terkait
Mandiri Looping for Life di INACRAFT 2026, Cara Baru Bank Mandiri Perkuat UMKM Kriya Berbasis Ekonomi Sirkular
Struktur Keuangan Kian Kokoh, Bank Mandiri Tegaskan Dukungan Nyata bagi Agenda Nasional
Semarak Imlek 2026, Bank Mandiri Luncurkan Mandiri e-Money Edisi Spesial Bertema Chinese New Year
Langsung Aksi, Bank Mandiri Bantu Pemulihan Warga Terdampak Banjir Majalaya
JuraganXtra 2025 Dongkrak UMKM Naik Kelas, Bank Mandiri Perkuat Ekonomi Kerakyatan