Akurasi 96,77 Persen, PTPN IV Regional III Andalkan Tata Kelola Berbasis Data untuk Perkuat Produksi Sawit

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Selasa, 24 Februari 2026 | 16:30 WIB
PTPN IV Regional III catat akurasi 96,77% lewat trossen telling, realisasi produksi 100,46% dari prognosa 2025. (Dok. PTPN IV Regional III)
PTPN IV Regional III catat akurasi 96,77% lewat trossen telling, realisasi produksi 100,46% dari prognosa 2025. (Dok. PTPN IV Regional III)

Data tersebut menjadi dasar dalam menyusun kebutuhan operasional dari hulu hingga hilir, mencakup tenaga kerja, material, transportasi, hingga aspek pendukung lainnya atau labor, material, transport, and others (LMTO).

Baca Juga: USAT Jadi Senjata Baru PEP Rantau Tekan Risiko Kepasiran dan Dongkrak Produksi

“Dengan forecast yang akurat, kami dapat menghindari kehilangan momentum saat panen puncak terjadi.

"Tidak ada keterlambatan tenaga, tidak ada kekurangan armada, dan tidak ada keputusan yang diambil tanpa dasar,” katanya.

Secara teknis, evaluasi akurasi dilakukan dalam dua periode, yakni Semester I dan Semester II 2025.

Baca Juga: Magang Strategi Ekspansi Cabang di PT Kimia Farma Tbk, Peluang untuk Mahasiswa Arsitektur

Pembobotan disesuaikan dengan kontribusi masing-masing kebun terhadap target RKAP.

Tiga indikator utama menjadi dasar penghitungan, yaitu jumlah tandan dengan bobot 80 persen, berat tandan rata-rata (BTR) sebesar 10 persen, serta volume TBS sebesar 10 persen.

Data realisasi produksi diambil dari sistem SAP berdasarkan jumlah tandan dan volume TBS yang diterima di pabrik kelapa sawit.

Baca Juga: PHE Capai Cost Optimization USD 635 Juta Sepanjang 2025 Lewat Penguatan Program Optimus

Pengukuran akurasi dilakukan menggunakan metode deviasi absolut antara hasil estimasi dan realisasi produksi, dengan standar terbaik berada pada deviasi 0 persen.

Sepanjang 2025, manajemen menetapkan tiga kebun dan 12 afdeling dengan tingkat akurasi terbaik.

Sementara unit dengan deviasi absolut di atas 10 persen menjadi perhatian khusus untuk dilakukan perbaikan metode pada 2026.

Baca Juga: Perbandingan Gizi Nasi Putih dan Nasi Merah, Mana yang Lebih Cocok untuk Sahur?

Bambang menambahkan, capaian tersebut selaras dengan arahan Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa, yang menekankan pentingnya validitas data, kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP), serta integritas di setiap lini operasional.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini