Produksi Minyak PEP Limau Field Tembus 5.102 BOPD, Perkuat Pasokan Energi Nasional

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Jumat, 6 Maret 2026 | 12:20 WIB
Produksi minyak PEP Limau Field meningkat menjadi 5.102 BOPD pada Februari 2026, memperkuat kontribusi PEP Zona 4 dalam mendukung ketahanan energi nasional. (Dok. PEP)
Produksi minyak PEP Limau Field meningkat menjadi 5.102 BOPD pada Februari 2026, memperkuat kontribusi PEP Zona 4 dalam mendukung ketahanan energi nasional. (Dok. PEP)

Kabar BUMN — Kinerja produksi minyak di PEP Limau Field yang berada di bawah pengelolaan PT Pertamina EP (PEP) Zona 4 menunjukkan tren positif dalam beberapa waktu terakhir.

Lapangan migas ini berhasil meningkatkan produksi minyak secara signifikan dalam kurun waktu sekitar satu bulan. Capaian tersebut menjadi salah satu kontribusi penting bagi peningkatan produksi migas di tingkat regional.

Pada 27 Februari 2026, produksi minyak dari PEP Limau Field tercatat mencapai 5.102 barel minyak per hari (BOPD).

Baca Juga: Mudik Lebaran 2026 Rencana Difungsikan, WSBP Memastikan Suplai Beton Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi Paket 3 Rampung

Angka tersebut meningkat cukup besar jika dibandingkan dengan produksi pada 16 Januari 2026 yang berada di level 3.658 BOPD. Kenaikan produksi ini turut berkontribusi terhadap performa produksi PEP Zona 4 pada awal tahun 2026.

"Peningkatan produksi Limau Field adalah hasil konsistensi PEP Zona 4 dalam upaya mendukung peningkatan produksi migas nasional yang berkelanjutan. Tentunya catatan baik ini mendukung terwujudnya ketahanan energi nasional," kata General Manager PEP Zona 4 Djudjuwanto.

Djudjuwanto juga menyampaikan bahwa peningkatan produksi tersebut berjalan seiring dengan komitmen perusahaan dalam menjaga standar keselamatan kerja.

Baca Juga: Tiket Mudik Kereta Lebaran 2026 Masih Tersedia, Ini Rute Favorit dan Tanggal dengan Kursi Terbanyak

PEP Zona 4 terus menerapkan manajemen HSSE secara ketat di seluruh aktivitas operasionalnya. Selain itu, dukungan serta kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan turut menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas lapangan.

"Di tengah upaya peningkatan produksi, kami tetap menempatkan keselamatan kerja dan operasional sebagai prioritas utama."

"Kami juga mengapresiasi dukungan para pemangku kepentingan dan pemerintah daerah sehingga kegiatan operasional dapat berjalan lancar dan kondusif," ucap Djudjuwanto.

Baca Juga: Situs Prasejarah di Indonesia dengan Lukisan Gua yang Umurnya Puluhan Ribu Tahun

Senior Manager Subsurface Development & Planning PHR Zona 4, Reza Nur Ardianto, menjelaskan bahwa lonjakan produksi di PEP Limau Field dalam sebulan terakhir didorong oleh sejumlah pekerjaan teknis pada tiga sumur.

Salah satu faktor utamanya berasal dari penemuan sumur TMB-026 yang berada di Struktur Tanjung Miring Barat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini