Kabar BUMN - Menghadapi lonjakan kebutuhan energi selama bulan Ramadan hingga menjelang Idul Fitri 1447 H, Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) mengaktifkan Satuan Tugas Ramadan dan Idul Fitri (Satgas RAFI).
Langkah ini dilakukan untuk memastikan stabilitas serta keandalan pasokan energi bersih tetap terjaga selama periode peningkatan aktivitas masyarakat.
Pjs. Corporate Secretary Pertamina NRE, Rika Gresia Wahyudi, menyatakan bahwa inisiatif tersebut merupakan bentuk komitmen nyata perusahaan dalam menjaga pasokan energi bersih sekaligus memastikan seluruh fasilitas energi terbarukan dapat beroperasi secara optimal selama periode tersebut.
Baca Juga: NgabubuDrift Mandalika, Menunggu Azan dengan Aksi Drift di Sirkuit Internasional
“Pengaktifan Satgas RAFI sangat vital guna memastikan seluruh aset dan operasional energi bersih yang dikelola Pertamina NRE tetap berjalan andal dan aman, sehingga dapat terus mendukung pasokan listrik nasional selama Ramadan hingga Idul Fitri,” ujar Rika.
Satgas RAFI Pertamina NRE bertugas melakukan pemantauan operasional secara intensif terhadap seluruh portofolio pembangkit energi bersih yang dikelola perusahaan.
Pemantauan ini mencakup pembangkit listrik tenaga panas bumi, tenaga surya, serta berbagai fasilitas energi rendah karbon lainnya.
Baca Juga: ANTAM Luncurkan Emas Edisi Idulfitri 2026 Bertema “Gempita Hari Raya”
Proses pemantauan dilakukan secara berkelanjutan selama 24 jam dengan melibatkan tim operasional di berbagai wilayah kerja, serta melalui ruang kendali yang memantau aktivitas operasional secara langsung.
Untuk mendukung pengawasan tersebut, Pertamina NRE memanfaatkan sistem New Renewable Energy Optimization and Visualization (NOVA).
Sistem pemantauan aset operasi ini memungkinkan perusahaan melakukan monitoring secara real-time dan terintegrasi langsung dari kantor pusat Pertamina NRE di Jakarta.
Baca Juga: Jasa Raharja Ikut Lepas Ekspedisi Mudik Lebaran 2026, Perkuat Kampanye Keselamatan Transportasi
Selain itu, perusahaan juga memperkuat kesiapan operasional melalui pemenuhan kebutuhan personel, memastikan kesiapan operator saat bertugas, serta menerapkan emergency response untuk mempermudah koordinasi dengan pihak terkait dalam menangani kondisi darurat maupun situasi kritis.
Saat ini, Pertamina NRE mengelola portofolio energi bersih dengan total kapasitas terpasang mencapai 2,551 GW.
Artikel Terkait
Pertamina NRE Luncurkan Pilot Project Bioethanol Berbasis Aren di Garut, Dorong Swasembada Energi Nasional
Pertamina NRE dan Kemenkop Luncurkan PLTS KDKMP Pertama, Siap Terangi Pulau Sembur
Kerja Sama Pertamina NRE dengan Mitra Tiongkok, Akselerasi Proyek Rendah Emisi di Indonesia
Pertamina NRE Resmi Pegang 20% Saham CREC Filipina
Pertamina NRE dan Medco Jajaki Proyek Bioenergi Berkelanjutan, Fokus Biodiesel HACPO dan Bioetanol