Pendekatan Three Lines Model sendiri menekankan pentingnya pembagian peran dan akuntabilitas dalam tata kelola serta manajemen risiko oleh setiap fungsi yang terlibat. Kerangka ini mendorong koordinasi, kolaborasi, dan komunikasi yang efektif antarperan.
Baca Juga: Pertamina NRE Aktifkan Satgas RAFI 2026, Pastikan Pasokan Energi Bersih Tersedia 24 Jam
Pada praktiknya, pendekatan tersebut melibatkan tiga lini utama, yaitu lini pertama sebagai pemilik risiko, lini kedua yang menjalankan fungsi manajemen risiko dan kepatuhan, serta lini ketiga yang berperan sebagai audit internal.
Dengan sistem ini, diharapkan tidak terjadi celah pengendalian maupun silo antar fungsi sehingga tata kelola organisasi dapat berjalan secara terintegrasi dan selaras dengan tujuan perusahaan.
Forum diskusi ini juga menjadi wadah untuk berbagi praktik terbaik (best practices) sekaligus menyelaraskan perspektif antara regulator, holding, dan entitas anak dalam penerapan GRC pada program TJSL di lingkungan BUMN.
Baca Juga: Fundamental Bisnis dan Infrastruktur Diperkuat, PGN Catat Pertumbuhan Pendapatan 5% Sepanjang 2025
Melalui FGD Series #3 ini, IFG kembali menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola dan manajemen risiko di seluruh aspek bisnis, termasuk program TJSL.
Langkah ini menjadi bagian dari fondasi penting dalam menjalankan peran strategis IFG sebagai holding BUMN di sektor asuransi, penjaminan, dan investasi.***
Artikel Terkait
One by IFG Catatkan 500 Ribu Unduhan Hingga Akhir Tahun 2025
IFG Cari Intern M&A: Peluang Belajar Langsung di Holding Keuangan BUMN
Lowongan Magang Pengelolaan Keuangan IFG, Kesempatan Emas Masuk Holding BUMN
Magang BUMN Departemen Kearsipan IFG, Simak Kualifikasi dan Tahapan Seleksinya
Jamkrindo dan IFG Siapkan 2.150 Tiket Mudik Gratis, Layani 13 Rute di Lebaran 2026