Pertamina Hulu Kalimantan Timur Genjot Produksi Lapangan Tua, Siapkan Pengeboran Dua Sumur Infill di Selat Makassar

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Senin, 9 Maret 2026 | 16:30 WIB
PHKT mengebor dua sumur infill di Lapangan Kerindingan untuk mengoptimalkan cadangan dan menjaga produksi migas lapangan mature. (Dok. PHKT)
PHKT mengebor dua sumur infill di Lapangan Kerindingan untuk mengoptimalkan cadangan dan menjaga produksi migas lapangan mature. (Dok. PHKT)

Kabar BUMN - PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) melaksanakan pengeboran pengembangan dua sumur sisipan (infill) di Lapangan Kerindingan yang berada di lepas pantai Selat Makassar, Kalimantan Timur.

Kegiatan pengeboran tersebut berlangsung sejak Februari hingga Maret 2026.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi pengelolaan lapangan tua (mature field) guna menjaga keberlanjutan operasi serta mempertahankan produksi minyak dan gas bumi perusahaan.

Baca Juga: TelkomMetra Teken CSPA Divestasi AdMedika Group ke Fullerton Health

Melalui pengeboran ini, PHKT berupaya mengoptimalkan potensi cadangan yang masih tersimpan di lapangan yang telah lama beroperasi.

Lapangan Kerindingan sendiri merupakan salah satu lapangan lepas pantai yang berada di wilayah Daerah Operasi Bagian Utara (DOBU) PHKT.

Lapangan tersebut pertama kali ditemukan melalui pengeboran sumur eksplorasi KER-1 pada tahun 1972 dan mulai memproduksi migas sejak tahun 1976.

Baca Juga: Rencana Ganti Karier? Beberapa Langkah Ini Bisa Membantu Memulai dari Awal

Sejak saat itu, pengembangan lapangan dilakukan secara bertahap.

Hingga Juli 2025, tercatat sebanyak 34 sumur telah dibor dengan capaian produksi kumulatif yang signifikan.

Saat ini, Lapangan Kerindingan menjadi salah satu dari 14 lapangan migas yang dikelola oleh PHKT.

Baca Juga: Tak Perlu Antre, Bayar Tagihan Gas Lewat MyPertamina Gratis Biaya Admin

General Manager PHKT Darmapala menyampaikan bahwa perusahaan terus melakukan investasi pada kegiatan eksploitasi melalui pengeboran sumur baru.

Upaya tersebut bertujuan untuk menambah cadangan migas, meningkatkan tingkat perolehan (recovery), menahan laju penurunan produksi, sekaligus mempertahankan performa lapangan-lapangan yang telah memasuki fase matang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini