Menuju Ekosistem Lebih Kuat, Konsolidasi BUMN Logistik Ditargetkan Tuntas Semester I 2026

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Selasa, 17 Maret 2026 | 09:30 WIB
Ilustrasi - Konsolidasi BUMN logistik ditargetkan rampung semester I 2026 untuk memperkuat efisiensi bisnis dan memperlancar distribusi nasional.
Ilustrasi - Konsolidasi BUMN logistik ditargetkan rampung semester I 2026 untuk memperkuat efisiensi bisnis dan memperlancar distribusi nasional.

Kabar BUMN - Proses penggabungan BUMN di sektor logistik diproyeksikan segera selesai pada semester pertama 2026.

PT Pos yang berperan sebagai penggerak utama dalam sektor ini akan diperkuat melalui integrasi sejumlah anak usaha logistik milik BUMN. Beberapa entitas yang akan terlibat antara lain Semen Logistik, Pupuk Logistik, Angkasa Pura Logistik, serta KAI Logistik.

Kepala BP BUMN yang juga menjabat sebagai COO Danantara, Dony Oskaria mengungkapkan bahwa langkah konsolidasi ini bertujuan membangun ekosistem logistik BUMN yang lebih solid dan efisien.

Baca Juga: PTP Nonpetikemas Fasilitasi 200 Warga Mudik ke Purwokerto lewat Program Mudik Gratis Pelindo Group 2026

"Karena kita punya anak-anak perusahaan yang bergerak di bidang logistik itu totalnya banyak sekali kan. Kita mau bikin lebih efisien, lebih baik, lebih strong, maka langkah selanjutnya adalah merger," kata Dony saat dijumpai wartawan di Stasiun Manggarai, Senin (16/3/2026).

Menurut Dony, proses integrasi tersebut ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu dekat, tepatnya masih dalam semester pertama tahun ini.

Tahapan awal sudah dimulai melalui perombakan struktur direksi di PT Pos yang kini telah rampung, dan dilanjutkan dengan proses konsolidasi menyeluruh di sektor logistik.

Baca Juga: Tips dari PLN Agar Listrik Rumah Aman Saat Ditinggal Mudik

"Jadi kami mulai langsung, Insya Allah mudah-mudahan dalam empat bulan ke depan sudah selesai. Masih ditargetkan rampung semester satu," ujar Dony.

Ia juga menambahkan bahwa upaya optimalisasi BUMN pada dasarnya berlandaskan pada tujuan menciptakan kinerja bisnis yang lebih efektif dan efisien.

Salah satu strategi utama yang ditempuh adalah melalui proses konsolidasi antar perusahaan.

Baca Juga: Kebijakan WFA Dimulai, PELNI Catat Lonjakan Penumpang Jelang Puncak Arus Mudik Lebaran

"Setelah kita melakukan fundamental business review seluruh perusahaan kita, hasilnya ada empat. Yang pertama ada di likuidasi, kedua ada di divestasi, ketiga konsolidasi, dan keempat dilakukan restrukturisasi," ujar Dony.

Khusus di sektor logistik, pendekatan konsolidasi dinilai mampu memperkuat posisi BUMN, tidak hanya dalam lingkup nasional tetapi juga di tingkat regional.

Selain itu, langkah ini diharapkan mampu memperlancar distribusi logistik, mulai dari pihak pemasok hingga sampai ke masyarakat secara lebih optimal. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini