ASDP Siaga Arus Balik 2026, Fokus Jaga Keamanan dan Kenyamanan Pemudik

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Rabu, 25 Maret 2026 | 06:00 WIB
Di tengah peningkatan jumlah penumpang dan kendaraan, ASDP terus menjaga layanan tetap stabil demi kelancaran arus balik Lebaran 2026.
Di tengah peningkatan jumlah penumpang dan kendaraan, ASDP terus menjaga layanan tetap stabil demi kelancaran arus balik Lebaran 2026.

Operasional kapal disiapkan antara 28 hingga 33 unit per hari, menyesuaikan tingkat kepadatan.

Baca Juga: BRI KPR Solusi: Cara Mudah Miliki Rumah Impian dengan Suku Bunga Kompetitif

Selain itu, pola Tiba Bongkar Berangkat (TBB) diterapkan untuk mempercepat rotasi kapal dan menjaga kelancaran arus kendaraan.

Optimalisasi juga dilakukan melalui pemanfaatan buffer zone di sejumlah titik strategis, seperti KM49B, KM20B, Terminal Gayam, dan RM Gunung Jati di Bakauheni, serta KM63, KM48, dan Buffer Zone JLS di Merak.

Area ini tidak hanya berfungsi sebagai titik pengendalian arus, tetapi juga sebagai lokasi verifikasi tiket bagi pengguna jasa.

Baca Juga: Cara Melamar Kerja di Pegadaian 2026: Syarat, Tahapan, dan Tips Lolos Seleksi

“Fungsi buffer zone tidak hanya sebagai sistem penundaan, tetapi juga sebagai titik verifikasi bagi pengguna jasa. Pada area ini dilakukan pengecekan kepemilikan tiket serta kesesuaian jadwal kedatangan.

"Pengguna jasa yang belum memiliki tiket atau datang di luar jadwal akan diberikan stiker merah, sementara yang telah memiliki tiket dan datang sesuai jadwal akan diberikan stiker hijau,” tutur Partogi.

Dari sisi layanan, ASDP juga menerapkan skema single tarif serta pengaturan distribusi pengguna jasa di dermaga secara dinamis.

Baca Juga: Pertamina Hadirkan Air Bersih dari Ujung Papua hingga Wilayah Bencana

Penumpang pejalan kaki dan kendaraan roda dua diarahkan sesuai kondisi trafik, dengan dukungan pengoperasian dermaga tambahan sebagai langkah kontingensi saat terjadi peningkatan volume.

Perjalanan Balik Lebih Awal

ASDP juga mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan lebih awal dan membeli tiket melalui platform Ferizy yang telah tersedia sejak H-60 sebelum keberangkatan dengan berbagai metode pembayaran digital.

Baca Juga: Liburan Keluarga Makin Bermakna, Ini Rekomendasi Wisata Edukatif di Purbalingga

“Pastikan telah membeli tiket melalui Ferizy sebelum tiba di pelabuhan. Saat ini tidak ada penjualan tiket di pelabuhan, sehingga seluruh pengguna jasa wajib melakukan pembelian secara mandiri melalui kanal resmi,” ujar Heru menambahkan.

Secara kumulatif, data H-10 hingga H+1 mencatat total penumpang dari Sumatera ke Jawa mencapai 572.270 orang atau naik 11,8 persen dibandingkan tahun lalu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini