Baca Juga: Libur Lebaran 2026 di Borobudur & Prambanan Lebih Hidup dengan Hadirnya Pasar Medang
Antisipatif
Untuk menjaga kelancaran layanan, ASDP menerapkan sejumlah langkah antisipatif. Strategi tersebut meliputi optimalisasi armada kapal, penerapan skema Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB), delaying system di buffer zone, serta stimulus berupa diskon tarif dan kebijakan single tarif.
Kebijakan ini diterapkan guna menjaga distribusi trafik tetap seimbang.
Baca Juga: Terlambat ke Stasiun? Simak Aturan Reschedule Tiket Whoosh Jakarta–Bandung
Sebagai bagian pengaturan arus selama Angkutan Lebaran 2026, pembatasan operasional kendaraan logistik juga diberlakukan.
Pada periode 23–29 Maret 2026, Pelabuhan Bakauheni diprioritaskan untuk melayani penumpang pejalan kaki serta kendaraan golongan I hingga VI A yang menuju Pelabuhan Merak. Kebijakan ini bertujuan mengurangi potensi kepadatan di lintasan utama.
Sementara kendaraan logistik besar golongan V B hingga IX dialihkan melalui Pelabuhan BBJ Muara Pilu menuju Bojonegara. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi beban arus di jalur utama.
Baca Juga: Filosofi Ketupat, Tradisi Lebaran yang Penuh Makna dan Simbol Kebersamaan
Penjualan tiket kendaraan logistik tersebut juga dihentikan sementara di Pelabuhan Bakauheni untuk keberangkatan mulai 23 Maret pukul 00.00 WIB hingga 29 Maret 2026 pukul 24.00 WIB.
“Kami mengimbau seluruh pelaku logistik untuk mematuhi pengaturan yang telah ditetapkan selama periode Angkutan Lebaran ini. Kepatuhan terhadap kebijakan pembatasan menjadi kunci untuk menjaga kelancaran arus balik dan keselamatan bersama,” tegas Rio Lasse.
Kebijakan pembatasan ini dijadwalkan berakhir pada Minggu (29/3) pukul 24.00 WIB. Setelah itu layanan akan kembali dinormalisasi seiring berakhirnya periode puncak arus balik. Selama masa tersebut juga diberlakukan kebijakan tarif satu harga sebagai tarif reguler untuk menjaga keseimbangan trafik.
Baca Juga: Nggak Bingung Lagi! DAMRI Hadirkan Shuttle dari Tegalluar ke Kota dan Kampus
“Stimulus diskon berlaku hingga 31 Maret 2026, sementara single tarif hingga 29 Maret pukul 24.00 WIB. Kami mengimbau masyarakat memanfaatkannya untuk menghindari kepadatan,” tambah Rio.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi yang melakukan peninjauan langsung di Pelabuhan Bakauheni menyampaikan arus balik berlangsung baik. Ia menilai kondisi operasional terkendali. Pemerintah juga mengapresiasi kedisiplinan masyarakat dalam mengikuti arahan petugas.
Artikel Terkait
ASDP Perkuat Layanan Penyeberangan di Indonesia Timur, Mobilitas Mudik Lebaran dan Logistik Kian Lancar
Arus Balik Lebaran 2026 Kian Padat, ASDP Jaga Penyeberangan Sumatera–Jawa Tetap Terkendali
Jaga Kelancaran Ketapang - Gilimanuk, ASDP Imbau Pemudik Menghindari Perjalanan di Puncak Arus Balik
ASDP Catat 49 Persen Pemudik Sudah Kembali dari Sumatera, Puncak Arus Balik Kedua Diprediksi Akhir Pekan ini
Arus Balik Lebaran 2026 Terkendali, ASDP Catat 60 Persen Pemudik Telah Menyeberang dari Sumatera ke Jawa