Kabar BUMN – Di tengah situasi geopolitik global yang masih memengaruhi stabilitas energi dunia, PT Pertamina (Persero) terus mengupayakan penguatan ketahanan energi nasional melalui peningkatan produksi migas dalam negeri.
Langkah ini dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan. Tujuannya adalah memastikan pasokan energi nasional tetap aman dan andal.
Salah satu bentuk realisasi komitmen tersebut adalah dengan adanya tambahan produksi gas sebesar 20 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Peningkatan ini berasal dari Proyek Sisi Nubi Area of Interest 1-3-5 (SNB AOI 1-3-5) yang berada di Wilayah Kerja Mahakam.
Baca Juga: 5 Kutipan Kartini yang Masih Relevan untuk Perempuan Masa Kini, Bisa Jadi Ide Caption Instagram
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron menyampaikan bahwa peningkatan produksi dari Blok Mahakam menjadi langkah nyata dalam menjaga kestabilan energi nasional.
Hal ini dinilai penting, terutama di tengah ketidakpastian global, termasuk konflik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi mengganggu rantai pasok energi dunia.
“Pertamina secara konsisten mendorong peningkatan produksi migas domestik sebagai fondasi utama ketahanan energi nasional. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung agenda besar pemerintah dalam mewujudkan kemandirian energi,” ujar Baron.
Baca Juga: Tips Hiking dan Kamping Tanpa Bau Asam dan Apek Karena Badan dan Perlengapan yang Kotor
Tambahan produksi tersebut merupakan hasil dari keberhasilan Pertamina Hulu Mahakam (PHM), yang merupakan anak usaha Subholding Upstream Pertamina. PHM berhasil mengoperasikan Platform WPN-7 yang mencakup sumur NB-701 dan NB-702 di lapangan lepas pantai Sisi Nubi, Kalimantan Timur.
Pada tahap awal operasional, sumur NB-701 mulai berproduksi sejak 25 Maret 2026 dengan capaian 9,8 MMSCFD, kemudian diikuti oleh sumur NB-702 pada 26 Maret 2026 dengan produksi 12,5 MMSCFD.
Keberhasilan ini menandai bahwa Platform WPN-7 menjadi fasilitas ketiga yang telah beroperasi dari total enam platform yang direncanakan dalam pengembangan Proyek SNB AOI 1-3-5.
Baca Juga: Perum LKBN ANTARA Buka Lowongan Magang Konten Kreator, Simak Kualifikasi dan Cara Daftarnya
Produksi dari kedua sumur tersebut akan terus ditingkatkan secara bertahap melalui proses pemantauan dan stabilisasi agar dapat mencapai target awal sebesar 20 MMSCFD secara berkelanjutan.
Sebelumnya, Pertamina telah lebih dahulu mengoperasikan Platform WPS-4 pada 4 Desember 2025 serta Platform WPS-5 pada 23 Februari 2026.
Artikel Terkait
168 Pelaku Usaha Ultra Mikro Lulus, Program Pertamina Catatkan Perputaran Dana Hingga Rp2,7 Miliar
Pertamina Awali Pasar Murah di Tuban, Bantu Ringankan Kebutuhan Pokok
Armada Kapal Pertamina Jadi Andalan Distribusi Energi Nasional di Tengah Tantangan Global
Produksi EBT Pertamina Perkuat Ketahanan Listrik di Tengah Gejolak Energi Global
Aksi Sigap Pertamina Hulu Mahakam Selamatkan Tujuh Nelayan Terombang-ambing di Selat Makassar