Program CSR Pertamina Ubah Potensi Alam Waifoi, Raja Ampat, Jadi Sumber Ekonomi Warga

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Rabu, 29 April 2026 | 13:00 WIB
Pertamina RU VII Kilang Kasim mengembangkan ekowisata berbasis masyarakat di Kampung Waifoi, Raja Ampat, kolaborasi dengan KTH Saupon Adventure Village. (DOK. Pertamina)
Pertamina RU VII Kilang Kasim mengembangkan ekowisata berbasis masyarakat di Kampung Waifoi, Raja Ampat, kolaborasi dengan KTH Saupon Adventure Village. (DOK. Pertamina)

Kabar BUMN - PT Pertamina (Persero) melalui Refinery Unit VII Kilang Kasim sukses mengembangkan program masyarakat Kelompok Tani Hutan (KTH) di area penyangga konservasi Pulau Waigeo Timur, Kampung Waifoi, Teluk Mayalibit, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, pada 25 April 2026.

Program ini berfokus pada pengembangan ekowisata berbasis masyarakat, salah satunya melalui pembangunan homestay yang dikelola langsung warga.

Inisiatif tersebut dinilai mampu mengoptimalkan potensi alam Raja Ampat tanpa mengabaikan kearifan lokal dan kelestarian lingkungan.

Baca Juga: Kinerja Elnusa Tetap Tangguh di Kuartal I 2026, Arus Kas Melonjak 267%

Komisaris PT Pertamina (Persero) Nanik S. Deyang menyampaikan apresiasinya terhadap potensi alam Kampung Waifoi yang masih terjaga.

“Ini luar biasa, karena program sosialnya benar-benar disesuaikan dengan alam. Menitikberatkan pada pengelolaan homestay oleh masyarakat dan menjadi milik masyarakat,” ujar Nanik.

Nanik menambahkan, keberadaan homestay dengan delapan kamar dan tarif sekitar Rp550 ribu per malam dapat menjadi tambahan penghasilan kelompok masyarakat pengelola.

Pendapatan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan warga, termasuk pendidikan anak-anak setempat.

Baca Juga: SIG Raih 5 Sertifikat Platinum, Perkuat Posisi di Industri Semen Ramah Lingkungan

“Ini contoh CSR yang tepat sasaran. Memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan budaya,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Hutan Saupon Adventure Village, Zakaria, menjelaskan bahwa keterlibatan Pertamina di kampung tersebut berawal dari rekomendasi Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua Barat.

Dukungan Pertamina diberikan melalui pembangunan homestay, dapur, serta penyediaan fasilitas pendukung seperti mesin tempel kapal dan diesel.

“Pertamina membantu kami melalui pembangunan homestay, dapur, serta fasilitas lain. Sejak mulai berkembang pada 2018, homestay ini terus berjalan hingga sekarang,” jelas Zakaria.

Baca Juga: Panen Bersama di Tulungagung, BULOG Perkuat Stok Beras dan Ketahanan Pangan Nasional

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini