Kabar BUMN - PT PLN (Persero) mulai menerapkan sistem pengelolaan energi pintar di gedung perkantorannya melalui program Smart & Green Building yang diluncurkan di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Jumat (8/5).
Lewat program ini, kantor PLN telah dilengkapi PLTS Atap, sistem pengatur penggunaan listrik, hingga pendingin ruangan berbasis digital untuk meningkatkan efisiensi energi dan menekan emisi.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan perkembangan teknologi membuat pengelolaan energi di gedung kini semakin terintegrasi dan otomatis.
Baca Juga: HUT ke-53 ASDP Jadi Pengingat Pentingnya Keselamatan dan Layanan Berdampak
Oleh karena itu, PLN perlu beradaptasi dengan membangun sistem energi yang lebih fleksibel dan modern.
“Dulu, paradigma PLN adalah menjual listrik dan mengoptimalkan biaya. Sekarang PLN bertransformasi menjadi Energy Digital Platform yang mengorkestrasi ekosistem energi melalui kolaborasi dan value creation,” ujar Darmawan.
Ia menambahkan, perkembangan teknologi seperti PLTS Atap, kendaraan listrik, hingga otomasi bangunan membuat gedung dan rumah kini tidak lagi hanya menjadi pengguna energi.
Baca Juga: Tingkatkan Pemahaman Kurban, PT Bukit Asam Adakan Sharing Session dan Praktik Penyembelihan
“Ke depan gedung dan rumah tidak lagi hanya memakai energi, tetapi juga mampu memproduksi dan mengelolanya sendiri. Karena itu PLN harus siap menghadapi ekosistem energi yang semakin digital dan dua arah,” imbuhnya.
Sebagai proyek percontohan, Gedung Trapesium di Kantor Pusat PLN kini telah dilengkapi PLTS Atap berkapasitas 89,28 kilowatt peak (kWp) yang terintegrasi dengan Energy Management System sebagai pusat kendali digital gedung.
Sistem tersebut memungkinkan pemantauan dan pengaturan penggunaan energi secara lebih efisien dan real time.
Baca Juga: Lihat Hamparan Bunga dari Udara? Sekarang Naik Balon Udara di Taman Bunga Nusantara Lebih Mudah
Komisaris Independen PLN, Andi Arief menilai penerapan Smart & Green Building menjadi langkah penting agar PLN dapat menghadirkan praktik efisiensi energi secara nyata di lingkungan perusahaan.
“Kita ini perusahaan penjual energi. Tidak elok rasanya kalau bicara transisi energi kepada pelanggan, tetapi kantor kita sendiri masih boros. PLN harus menjadi etalase efisiensi energi itu sendiri,” ujar Andi.
Artikel Terkait
Bayar Tagihan Listrik di PLN Mobile Bisa Dapat Cashback hingga Rp250 Ribu, Ini Caranya
PLN EPI Luncurkan Wellness Program, Dorong Produktivitas dan Gaya Hidup Sehat Pegawai
Delapan Insan PLN Raih Tanda Kehormatan dari Presiden, Bukti Dedikasi untuk Energi Nasional
Harga Token Listrik PLN 11-17 Mei 2026 Tidak Berubah, Cek Tarif dan Hitungan kWh-nya
Dorong Solar PV Solution dan Bisnis Beyond kWh, PLN Indonesia Power Jalin Kerja Sama Pasar Karbon Global