Pertamina dan Halliburton Perkuat Kerja Sama Digital untuk Transformasi Hulu Migas

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Rabu, 13 Mei 2026 | 10:30 WIB
Pertamina perkuat kolaborasi global dengan Halliburton untuk dorong inovasi digital, optimasi MSF, dan pengembangan hulu migas non-konvensional Indonesia. (Dok. Pertamina)
Pertamina perkuat kolaborasi global dengan Halliburton untuk dorong inovasi digital, optimasi MSF, dan pengembangan hulu migas non-konvensional Indonesia. (Dok. Pertamina)

Kabar BUMN - PT Pertamina (Persero) terus memperkokoh ketahanan energi nasional melalui perluasan kerja sama global yang bertujuan meningkatkan performa di sektor hulu minyak dan gas bumi.

Sebagai bagian dari agenda strategis yang berlangsung di Houston, Amerika Serikat, Pertamina bersama Halliburton melakukan penyelarasan dalam pemanfaatan teknologi guna mengoptimalkan kinerja operasi pada sektor hulu migas.

Upaya penyelarasan ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman yang telah ditandatangani pada Februari antara PT Pertamina (Persero) dan Halliburton, yang menitikberatkan pada penguatan area prioritas kerja sama serta penyusunan jalur implementasi yang lebih terarah dan aplikatif.

Baca Juga: Ini Gerakan Pemanasan dan Pendinginan Sebelum dan Setelah Berjalan Kaki

Kedua pihak kemudian menetapkan fokus pada dua area utama, yakni peningkatan optimalisasi keekonomian multistage fracturing (MSF) serta percepatan monetisasi sumber daya migas non-konvensional di Indonesia dengan memanfaatkan pengalaman operasional Halliburton di Amerika Serikat.

Oki menuturkan bahwa teknologi digital serta model eksekusi yang telah terbukti di lapangan menjadi faktor penting dalam membuka peluang pengembangan reservoir yang memiliki tingkat kompleksitas tinggi di Indonesia.

“Pertamina berfokus pada penerapan teknologi dan model operasi yang tepat untuk meningkatkan kinerja hulu. Melalui kolaborasi dengan pemimpin teknologi global seperti Halliburton, kami menargetkan optimalisasi keekonomian MSF serta percepatan pengembangan sumber daya non-konvensional di Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga: Hari Keanekaragaman Hayati, PLN EPI Tanam 2.500 Cemara Udang di Pesisir Lombok

Dari sisi Halliburton, Senior Vice President of Production Enhancement, Eric Holley, menegaskan bahwa perusahaan memiliki komitmen kuat untuk mendukung peningkatan produksi migas milik Pertamina.

"Halliburton berkomitmen kuat untuk berkolaborasi dengan Pertamina dalam meningkatkan produksi migas Indonesia.

Kami siap menghadirkan kapabilitas terbaik kami di bidang fracturing dan production enhancement untuk mendukung Pertamina dalam memonetisasi Low Quality Reservoirs melalui MSF, sekaligus berkontribusi pada pengembangan ekosistem sumber daya non-konvensional Indonesia secara lebih luas,” ujarnya.

Baca Juga: PLN Dorong Transformasi Human Capital Adaptif untuk Hadapi Tantangan Bisnis Global

Sebagai kelanjutan dari Nota Kesepahaman tersebut, Pertamina dan Halliburton juga tengah menjajaki berbagai inisiatif kerja sama lanjutan, termasuk pemanfaatan agentic AI untuk interpretasi bawah permukaan dan pemodelan reservoir, pengembangan Unconventional Early Development Concept (EDC) yang berfokus pada optimalisasi desain fracturing.

Multi-Lateral Drilling and Completion, Integrated Asset Management pada lapangan mature, serta berbagai inisiatif berbasis teknologi lainnya untuk meningkatkan efisiensi dan produksi hulu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini