Sepanjang 2025, strategi tersebut diwujudkan dalam berbagai inovasi dan capaian operasional, mulai dari peningkatan produksi, penambahan sumur baru, penemuan sumber daya hidrokarbon, hingga pengembangan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR).
Baca Juga: Bukan Sekadar Tempelan, Label Bagasi Bisa Selamatkan Koper Kamu
Inisiatif ini diarahkan untuk mengoptimalkan lapangan migas mature, menjaga produksi, meningkatkan efisiensi, serta mempertahankan posisi PHR sebagai salah satu produsen minyak terbesar di Indonesia.
Kinerja operasional yang solid turut mendorong peningkatan kinerja keuangan perusahaan. Pada tahun 2025, PHR membukukan pendapatan usaha sebesar USD 3,24 miliar, meningkat dari USD 3,05 miliar pada tahun sebelumnya.
Laba bersih tahun berjalan mencapai USD 898,72 juta, yang mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi pemegang saham sekaligus mendukung kontribusi sektor hulu migas terhadap perekonomian nasional.
Baca Juga: Telkomsel Kembali Gelar Baktiku Negeriku 2026, Perkuat Transformasi Digital dan Pemberdayaan Desa
Total aset perusahaan tercatat sebesar USD 5,94 miliar dengan ekuitas mencapai USD 3,44 miliar. Dari sisi keselamatan kerja, PHR mencatat capaian 69.267.011 jam kerja selamat sepanjang tahun 2025.
Capaian tersebut menjadi bukti kuat komitmen perusahaan dalam membangun budaya keselamatan kerja di seluruh area operasional.
Selain itu, PHR juga memperkuat pengelolaan lingkungan berkelanjutan, yang dibuktikan dengan diraihnya tiga penghargaan PROPER Hijau untuk wilayah operasi Bekasap Rokan, Duri Steam Flood, dan Minas Siak.
Baca Juga: Dari Garut ke Jakarta Rp45 Ribu, KA Cikuray Sudah Angkut 2,2 Juta Penumpang
Komitmen keberlanjutan perusahaan juga dijalankan melalui program Community Involvement and Development (CID).
Dengan realisasi anggaran sebesar USD 1,69 juta untuk 23 program, PHR menghadirkan berbagai inisiatif seperti pelestarian gajah Sumatra, pencegahan stunting, pengembangan pendidikan vokasi, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasi.
Pada aspek tata kelola, PHR menunjukkan peningkatan berkelanjutan melalui Asesmen Good Corporate Governance (GCG) oleh BPKP pada tahun buku 2025. Perusahaan meraih skor 80,791 dengan predikat baik, meningkat dibandingkan hasil asesmen sebelumnya.
“Pertumbuhan pendapatan dan laba, keberhasilan program pengeboran, capaian keselamatan kerja, penguatan tata kelola, hingga berbagai program keberlanjutan menjadi fondasi penting bagi PHR,” tambahnya.
Artikel Terkait
Pengembangan MNK Digenjot PHR, Jadi Game Changer Ketahanan Energi Nasional
PHR Zona 4 Ukir Kinerja Gemilang Berkat Optimalisasi Pengeboran
PHR Tingkatkan Kesiapan Hadapi Karhutla demi Jaga Operasional Energi Nasional
PHR Zona 4 Tingkatkan Sinergi dengan Pemkab Muara Enim dan Musi Rawas untuk Ketahanan Energi Nasional
PHR dan Pertamina EP Sepakati Jual Beli Gas hingga 30 BBTUD, Dukung Operasional Migas di WK Rokan