rilis-bumn

Dapat Sambutan Hangat, Komisi VII DPR Dukung PLN Lanjutkan Langkah Transisi Energi

Sabtu, 8 Juli 2023 | 21:17 WIB
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo saat memaparkan upaya transisi energi yang dilakukan oleh PLN dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR RI. (Dok.PLN)

Kabar BUMN - Komisi VII DPR RI mendukung PT PLN (Persero) untuk melanjutkan transisi energi sesuai peta jalan yang telah disusun guna mencapai target Net Zero Emission (NZE) di tahun 2060.

Dalam hal ini DPR menilai inisiatif PLN ini perlu mendapatkan dukungan penuh lewat pengawalan program hingga target tercapai.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eddy Soeparno mengapresiasi langkah PLN dalam menjalankan rencana transisi energi.

Menurut Eddy, PLN telah berjalan lebih maju dalam upaya transisi energi mencapai target NZE.

Baca Juga: Persyaratan Aktivasi Rekening PIP Kemdikbud 2023 Jenjang Dikdas dan Dikmen

"Komisi VII DPR RI mengapresiasi inovasi dan langkah-langkah yang dilakukan Dirut PT PLN (Persero) dalam pelaksanaan transisi energi menuju NZE pada tahun 2060 serta pencapaian kinerja terbaik," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menjelaskan bahwa PLN berinisiatif secara voluntary untuk melakukan transisi energi melalui berbagai upaya heroik.

Beberapa di antaranya adalah dengan menekankan upaya dekarbonisasi pembangkit listrik berbasis bahan bakar fosil, meningkatkan kapasitas pembangkit EBT dan infrastruktur pendukung seperti smart grid dan control system, serta mengembangkan green ecosystem.

"Kami telah memiliki peta jalan transisi energi yang komprehensif," tutur Darmawan.

Baca Juga: Bertepatan dengan Momen 7.7, Kimia Farma Buat Tujuh Gebrakan

"Kami komitmen menjalankan peta jalan tersebut untuk mencapai NZEpada 2060 atau lebih cepat," sambungnya.

PLN telah membatalkan 13,3 gigawatt (GW) pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang sebelumnya direncanakan dalam RUPTL 2019-2028.

Upaya ini bisa menghindari sekitar 1,8 miliar ton emisi CO2 dalam 25 tahun ke depan.

PLN juga melakukan pembatalan terhadap 1,3 GW PLTU yang sudah menandatangani Power Purchase Agreement (PPA).

Halaman:

Tags

Terkini