Kabar BUMN - Panitia Kerja (Panja) Transisi Energi ke Listrik Komisi VI DPR RI mendukung upaya PT PLN (Persero) menjalankan roadmap transisi energi dengan meningkatkan kapasitas pembangkit bersih.
Saat ini PLN sedang menjalankan RUPT paling hijau dengan porsi energi baru terbarukan (EBT) sebesar 20,9 GW atau 52 persen dari total keseluruhan pembangkit hingga tahun 2030.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI selaku pimpinan Rapat Dengar Pendapat (RDP), Muhammad Sarmuji memberikan apresiasi atas langkah PLN.
Muhammad Sarmuji memuji PLN yang telah berhasil menurunkan emisi karbon.
Baca Juga: Agar Tidak Bingung, Begini Urutan Nonton Film Insidious Berdasarkan Kronologinya
"Panja Transisi Energi ke Listrik Komisi VI DPR RI mendukung PT PLN (Persero) dalam menciptakan ekosistem transisi energi menuju energi yang lebih ramah lingkungan," kata Sarmuji.
Hal senada uga disampaikan oleh Anggota Komisi VI DPR RI, Herman Khaeron.
Herman menilai upaya PLN dalam menjalankan RUPTL terhijau sepanjang sejarah sudah on track dengan tujuan negara.
"Ini adalah sebuah upaya untuk menuju kepada green energy," ujarnya.
"Saya juga memberikan apresiasi untuk niat baik dan keinginan ini karena sesungguhnya Indonesia negara yang kaya akan sumber energi primer yang berbasiskan pada alam," sambung Herman.
Baca Juga: Inovasi Hijau, DAHANA Manfaatkan Oli Bekas untuk Produksi Bahan Peledak
Sementara itu, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan PLN telah melakukan extraordinary effort melalui RUPTL paling hijau.
Salah satunya dengan menggencarkan upaya dekarbonisasi pembangkit listrik berbasis bahan bakar fosil dan pengembangan EBT.
"Dalam upaya transisi energi, PLN telah menekankan upaya dekarbonisasi pembangkit listrik," tutur Darmawan.