rilis-bumn

Tidak Bisa Dilakukan Secara Mendadak, PT KAI Jelaskan Proses Mengerem Kereta Api

Jumat, 21 Juli 2023 | 17:00 WIB
Jelang Long Weekend, Penumpang Kereta Api Mengalami Lonjakan (Dok.PT Kereta Api Indonesia (Persero))

2. Sistem Pengereman

Pengereman yang dipakai pada kereta api di Indonesia pada umumnya menggunakan sistem jenis rem udara.

Cara kerjanya adalah dengan mengompresi udara dan disimpan hingga proses pengereman terjadi.

Saat masinis mengaktifkan sistem pengereman, udara tadi akan didistribusikan melalui pipa kecil di sepanjang roda dan membuat friksi pada roda.

Friksi inilah yang akan membuat kereta berhenti.

Mekanik PT KAI sedang mengecek kondisi kereta api. (Dok.PT KAI)

Baca Juga: Melalui PMN, 51 Desa Wilayah 3T di Sulawesi Kini Bisa Nikmati Listrik dari PLN

Walaupun kereta api telah dilengkapi dengan rem darurat, rem ini tetap tidak bisa berhenti mendadak.

Meskipun masinis telah melihat ada yang menerobos palang kereta, selanjutnya melakukan proses pengereman, maka tetap akan membutuhkan suatu jarak pengereman agar benar–benar berhenti.

Adapun faktor yang berpengaruh pada jarak pengereman yaitu:

1. Kecepatan kereta api. Semakin tinggi kecepatan kereta api, maka semakin panjang jarak pengereman.
2. Kemiringan/lereng (gradient) jalan rel (datar, menurun, atau tanjakan).
3. Persentase pengereman yang diindikasikan dengan besarnya gaya rem.
4. Jenis kereta api (kereta penumpang/barang).
5. Jenis rem (blok komposit/blok besi cor).
6. Kondisi cuaca.
7. Dan berbagai faktor tekhnis lainnya

Joni mengatakan, rem pada rangkaian kereta api bekerja dengan tekanan udara.

Sistem kinerja rem pada roda dihubungkan ke piston dan susunan silinder.

Mekanisme yang mengurangi tekanan udara di kereta api akan memaksa rem mengunci dengan roda.

Baca Juga: Pergerakan Penumpang Tembus Angka 39 Juta Lebih dalam 1 Tahun, Soekarno-Hatta Jadi Bandara Tersibuk di ASEAN

Halaman:

Tags

Terkini