Avep mengungkapkan bahwa produksi PGN Saka sebagian besar berasal dari lapangan Pangkah sebesar 28.000 barel eq minyak.
PGN Saka menyuplai gas ke PLN sekitar 20-15 BBTUD, sementara minyak sekitar 7.000-8.000 barel dari Lapangan Pangkah.
“Skala kami tetap skala upstream. Kedepan kami ingin menggiatkan kembali eksplorasi, karena bisa menambah portofolio cadangan energi.
Baca Juga: Konservasi Mangrove PGN SAKA Berhasil Tanam 100.000 Bibit dan Berdayakan Ekowisata Mangrove
"Program eksplorasi merupakan program strategis untuk PGN Saka di tahun 2023 ini untuk kami melihat kembali potensi apalagi yang bisa dikembangkan ke depannya.
"Utamanya gas di Jawa Timur dan menambah minyak untuk bangsa Indonesia,” papar Avep.
Selain Pangkah, PGN Saka akan melakukan eksplorasi pada 1 sumur di Lapangan
Kepodang.
Eksplorasi diakukan agar dapat menambah cadangan migas.
Dengan adanya pipa gas 14 inch yang dioperasikan oleh PT Kalimantan Jawa Gas (KJG), feeding bisa berkelanjutan untuk Jawa Tengah dan sekitarnya.
Baca Juga: Upaya Dukung Program Net Zero Emission, PGN dan Pertamina NRE Jajaki Kerja sama Bisnis Rendah Karbon
“Mudah-mudahan eksplorasi gasnya berhasil dan bisa mulai produksi di Lapangan Kepodang,” harap Avep.
PGN Saka juga dipercaya untuk dapat melakukan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi di Blok Sangkar melalui PT Saka Eksplorasi Timur dengan area seluas 8.122,58 kilometer persegi.
Total investasi Komitmen Pasti tiga tahun pertama masa eksplorasi sebesar USD 3 juta, meliputi kegiatan studi G&G (Geology & Geophysic), akuisisi dan processing 150 kilometer persegi data seismik 3D.
Lokasi Prospek dan Lead yang terdapat di area Offshore.