rilis-bumn

Program Electrifying Marine PLN Bertambah 2.169 Pelanggan, Pelaku Usaha Bisa Hemat Biaya Produksi Hingga 60%

Rabu, 9 Agustus 2023 | 18:15 WIB
Perusahaan tambak udang modern Sei Bulan di Singkawang Utara, Kalimantan Barat yang menggunakan listrik PLN. Sejak menggunakan listrik PLN, biaya produksi usahanya dapat ditekan hingga 60 persen. (DOK.PT PLN (Persero))

Kabar BUMN – Program Electrifying Marine PT PLN (Persero) semakin diminati. Sepanjang semester I tahun 2023, pelanggan Electrifying Marine bertambah 2.169 pelanggan menjadi 39.913 pelanggan pada akhir Juni 2023.

Program Electrifying Marine merupakan layanan PLN untuk memudahkan pelanggan untuk mendapatkan layanan listrik kebutuhan penerangan kapal, mini coldstorage dan kebutuhan tenaga listrik lainnya.

Biasanya layanan listrik ini dipasang di berbagai lokasi seperti dermaga, pelabuhan, kapal sandar, pangkalan pendaratan ikan (PPI) hingga tempat pelelangan ikan (TPI) di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Terbaru, Lowongan Kerja di BUMN PT MUM dengan Posisi Staf Sekretariat dan Account Officer, Simak Syaratnya

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, program Electrifying Marine adalah bentuk komitmen PLN dalam membantu masyarakat meningkatkan produktivitas sektor perikanan dengan biaya murah dan waktu lebih efisien.

Selain itu, program ini juga mendukung budidaya ikan lebih ramah lingkungan yang sejalan dengan upaya mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG's).

"Program ini tentunya sangat bermanfaat bagi masyarakat, selain ramah lingkungan karena mengganti dari bahan bakar minyak (BBM) ke sumber energi listrik, mereka bisa menekan pengeluaran dan bisa menghemat waktu, sehingga akan berdampak peningkatan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi wilayah tersebut,” ujar Darmawan.

Baca Juga: Rekomendasi Tempat yang Wajib Dikunjungi Pelancong Pemula di Penang, Malaysia

Sepanjang semester I tahun 2023, menurut Darmawan, program Electrifying Marine ini berhasil menyumbang konsumsi listrik sebesar 1.124 giga watt hour (GWh).

Salah satu pelanggan program Electrifying Marine, yang juga Ketua Kelompok Pembudidaya Ikan Sido Maju II, Harsono yang berlokasi di Jepara, Jawa Tengah menyampaikan kelompok usahanya sudah merasakan manfaat program Electrifying Marine.

Kelompok usahanya mampu menghemat biaya operasional hingga 40% dibandingkan saat menggunakan bahan bakar minyak (BBM).

Baca Juga: Jokowi Resmikan IMS Indonesia Arena, PLN Siap Pasok Listrik Tanpa Kedip Untuk Event Olahraga atau Konser Musik

Menurut Harsono, kelompok usahanya mendapat bantuan biaya penyambungan listrik gratis dengan daya 11.000 Volt Ampere (VA) dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) PLN Unit Induk Pembangkitan (UIK) Tanjung Jati B.

Hadirnya listrik PLN mampu mengoptimalkan proses budidaya ikan bandeng dengan biaya yang lebih hemat dan efisien.

Halaman:

Tags

Terkini