Kabar BUMN - Jajaran Komisaris PT Kereta Api Indonesia atau KAI menyatakan sikap terkait kejadian yang baru-baru ini terjadi.
Yakni, adanya penangkapan karyawan KAI berinisial ‘DE’ oleh Densus 88 yang menjadi terduga teroris di Bekasi.
Berikut tujuh sikap Dewan Komisaris KAI terkait hal tersebut yang disampaikan oleh Komisaris Utama KAI, Said Aqil Siroj:
Baca Juga: Cara Buat Akun Baru di Aplikasi KAI Access, Mudah Tanpa Ribet!
1. Sebagai salah satu perusahaan BUMN, PT KAI, tidak akan mentoleransi (menyerahkan proses hukum) terhadap salah satu oknum karyawan terduga teroris di Bekasi.
Sebagai Komut, saya memastikan bahwa PT KAI dikelola oleh Insan-insan KAI dengan sipirit keagamaan yang toleran, moderat dan mengimplementasi ‘AKHLAK’ sebagai nilai utama perusahaan, sebagai pedoman perilaku (individu) dan bermasyarakat.
Secara korporasi PT KAI dikelola oleh tenaga-tenaga profesional, memberi pelayanan terbaik pada masyarakat, budaya safety and security yang terukur, karenanya KAI, salah satu BUMN berkinerja sangat baik.
Baca Juga: Berantas Kejahatan, KAI Tindak Tegas Karyawan yang Terbukti Terlibat Kasus Teorisme
2. Penangkapan oleh Densus 88 Antiteror Polri terhadap ‘oknum karyawan PT KAI’ di Bekasi, memberi pesan serius bahwa kelompok, paham dan praktik teroris ini nyata dan dekat dengan lingkungan kita.
Peringatan keras ini harus dijadikan alarm sekaligus momentum untuk bersih-bersih.
Terlebih, infiltrasi atau penyusupan ke berbagai lembaga, ditengarai sudah menjadi strategi kelompok teroris, apakah Jama’ah Islamiyah (JI), Jama’ah Anshoru Daulah (JAD), secara jelas dalam berbagai jejak dan pengungkapan oleh Densus 88, terafiliasi dengan ISIS.
Baca Juga: KAI: Tidak Menoleransi Tindakan yang Bertentangan Dengan Hukum, Terlebih Pada Kasus Terorisme
3. PT KAI akan bekerja lebih kuat lagi dengan BNPT, Densus 88 dan menyerahkan proses hukum terhadap karyawan berinsial DE, terduga teroris.
4. Sebagai upaya untuk menangkal infiltrasi paham teroris, KAI yang telah bekerja sama dg BNPT sejak 2021 akan memperkuat kembali “Sinergitas Pencegahan Paham Radikal Terorisme” melalui program-program yang edukatif dan menjangkau seluruh leveling karyawan.