rilis-bumn

Pernyataan Sikap dari Jajaran Komisaris KAI Terkait Tertangkapnya Oknum Pegawai KAI Terduga Teroris di Bekasi

Selasa, 15 Agustus 2023 | 14:45 WIB
Ilustrasi KAI (Dok.PT Kereta Api Indonesia (Persero))

5. Bahwa Informasi tentang terorisme harus diketahui oleh masyarakat.

Pasalnya, gerakan terorisme merupakan ancaman kejahatan sistemik yang dilaksanakan secara terstruktur dan terencana.

Gerakan terorisme bergulir seiring dengan perkembangan zaman, baik dilakukan oleh individu maupun kelompok teroris dengan cara gerakan secara transparan ataupun senyap.

Skema kejahatan terorisme saat ini cukup beragam, baik dalam skala gerakan konvensional maupun digital. 

Baca Juga: KAI Wisata Buka Kompetisi Desain Logo Hotel Transit Gambir, Ada Hadiah Rp 3 Juta, Ini Syarat dan Ketentuannya

6. Pengalaman memimpin PBNU, hampir 11 tahun, diantaranya dalam menangkal radikalisasi beragama (cikal bakal menjadi teroris) maupun membangun diskursus keagamaan dengan lebih moderat dan toleran, masih relevan untuk saya sampaikan.

Saya mengajak jika kita benar-benar sepakat, benar-benar satu barisan ingin menghabisi jaringan terorisme, maka benihnya yang harus dihadapi.

Karena benihnya sebagai pintu masuk yang harus kita tangkal dan menutup ruangnya.

Benih itu, diantaranya adalah ‘gerakan salafisme-wahhabisme’.

Gerakan ini merupakan cikal bakal lahirnya radikalisme agama hingga pintu masuknya terorisme.

Hal ini ditengarai bahwa faham tersebut tergolong sebagai ajaran ekstremisme (Kompas TV : 2021), dan benihnya harus dimusnahkan melalui langkah preventif dengan penguatan kebudayaan. 

Baca Juga: KAI Hiasi Kereta Api dengan Livery Khusus Bertema HUT Ke-78 RI

7. Gerakan tersebut mempunyai misi besar, yaitu melaksanakan jihad khilafah islamiyah dan menginginkan Indonesia sebagai negara Islam yang bersyariat.

Tentu tidak sesuai dengan prinsip Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan bangsa Indonesia dalam merajut keberagaman dari segmentasi agama, budaya, ras, suku dan bahasa.***

Halaman:

Tags

Terkini