Namun perlu diperhatikan pemanasan Aspal PG tidak boleh dilakukan berkali-kali dikarenakan terdapat aditif polimer untuk modifikasi.
Baca Juga: Perkuat Jalur Logistik ke Pelabuhan Kuala Tanjung, Hutama Karya Uji Laik Fungsi Dua Ruas JTTS
Aspal PG adalah hasil modifikasi atau pembaharuan dari aspal konvensional, sehingga menghasilkan karakteristik aspal yang lebih berkualitas.
Dengan diterapkannya Aspal PG di ruas tol menghasilkan durability yang lebih baik sehingga lebih tahan lama, ruas tol yang lebih kuat untuk menahan beban lalu lintas dan kendaraan berat.
Aspal ini juga memiliki grip yang lebih baik terhadap ban mobil dibandingkan aspal konvensional sehingga lebih aman digunakan oleh kendaraan dengan kecepatan tinggi.
“Kami bangga telah mewujudkan komitmen terhadap kualitas dan inovasi dalam industri konstruksi.
"Penggunaan Aspal PG yang bersertifikasi ISO 9001, ISO 14001, dan ISO 45001 telah membuktikan bahwa langkah inovatif ini memiliki dampak positif yang signifikan pada konstruksi perkerasan jalan yang tahan lama” tutup Martin Nababan.
Sebagai informasi HKA telah menggunakan Aspal PG pada pekerjaan overlay Bandara Internasional Blimbingsari, Banyuwangi tahun 2017, dan Bandara Soekarno-Hatta serta Bandara Pattimura Ambon tahun 2018.
Penggunaan Aspal PG pada pekerjaan overlay Bandara telah sesuai rekomendasi dan syarat dari owner proyek yakni pihak PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II, karena pada runway bandara dibutuhkan kualitas aspal yang kuat menahan beban tonase pesawat terbang.***