rilis-bumn

Dikerjakan Waskita, Halte Cikoko Stasiun Cawang Fasilitasi Moda Tranportasi Umum Warga Jabotabek

Senin, 11 September 2023 | 20:30 WIB
Waskita telah menyelesaikan proyek revitalisasi Halte Cikoko Stasiun Cawang. (Dok. Waskita)

Kabar BUMN - Halte Cikoko Stasiun Cawang merupakan salah satu dari empat proyyek revitalisasi Halte TransJakarta yang dikerjakan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (kode saham: WSKT).

Total Waskita mengerjakan revitalisasi empat halte yang telah terintegrasi antara moda transportasi umum lainnya yaitu KRL Commuter Line dan Light Rail Transit atau Lintas Raya Terpadu (LRT) Jabodebek.

“Bahwa selain peningkatan fasilitas kita memperluas ruang tunggu pada halte tersebut dikarenakan meningkatnya kapasitas penumpang TransJakarta, apalagi ditambah sekarang LRT sudah mulai beroperasi,” jelas Direktur Operasi III.

Baca Juga: Waskita Dapat Paket Pekerjaan Renovasi Stadion Kanjuruhan Dengan Nilai Kontrak Rp332 M

“Pekerjaan Proyek Revitalisasi Halte Cikoko Stasiun Cawang diselesaikan Waskita selama 8 bulan.

"Sebelum peresmian LRT, Halte Cikoko Stasiun Cawang sudah dibuka sejak 17
Februari 2023. Saat itu juga Halte Cikoko Stasiun Cawang sudah terintegrasi dengan
Stasiun KRL Jabodetabek,” tambahnya.

Sebelumnya Waskita telah mendapat empat titik paket pekerjaan Revitalisasi Halte
TransJakarta.

Baca Juga: Dalam Rangka Equal Treatment, Waskita Tunda Pembayaran Bunga Obligasi

Diantaranya yaitu, Dukuh Atas 1, Tosari, Juanda dan Cikoko Stasiun Cawang.

Waskita pun telah memiliki pengalaman untuk mengerjakan proyek halte busway pada koridor Kampung Rambutan - Kampung Melayu dan proyek jalan layang busway koridor Tendean - Blok M - Ciledug.

“Dengan konsep arsitektur yang modern, Waskita melakukan pekerjaan ini dengan
melakukan beberapa inovasi seperti menggunakan precast slab dengan tujuan untuk mempercepat instalasi lain yang desainnya menyesuaikan kondisi lapangan pada saat itu.

Baca Juga: Ditargetkan Selesai April 2024, Waskita Kebut Pengerjaan Flyover Sekip Ujung & IPAL Palembang

"Selain itu tentunya implementasi BIM (Building Information Modeling) dilaksanakan
samapai dengan tahap 5D untuk Quantity Take-Off (QTO),” tuturnya.

Harapannya dengan banyaknya intregrasi moda transportasi umum, masyarakat semakin sadar untuk menggunakan transportasi umum.

Halaman:

Tags

Terkini