Kabar BUMN - PT Waskita Karya (Persero) Tbk. meraih paket pekerjaan pembangunan untuk merenovasi Stadion Kanjuruhan di Kabupaten Malang senilai Rp332 miliar agar memenuhi standar teknis dan bangunan yang memiliki predikat laik fungsi.
Director Of Operation I & QSHE PT Waskita Karya (Persero) Tbk, I Ketut Pasek Senjaya Putra mengatakan, Kementerian PUPR telah melakukan evaluasi teknis terhadap bangunan Stadion Kanjuruhan.
“Berdasarkan hasil evaluasi teknis yang dilakukan oleh Tim Evaluasi Teknis Stadion Kanjuruhan, diketahui bahwa Stadion Kanjuruhan belum sepenuhnya memenuhi standar teknis bangunan gedung dan belum memiliki Sertifikat Laik Fungsi sehingga direkomendasikan untuk dilakukan renovasi,” ujarnya.
Baca Juga: Dalam Rangka Equal Treatment, Waskita Tunda Pembayaran Bunga Obligasi
Sebagai informasi, Stadion Kanjuruhan yang memiliki lahan sebesar 21,5 hektar dan luas bangunan 3,4 hektar nantinya akan didesain untuk dapat menampung penonton 21.734 orang.
Terbagi menjadi VVIP Sofa untuk 8 orang dan 100 kursi lainnya, VIP sebanyak 2.560 orang, 18.918 penonton untuk kelas Ekonomi.
“Kami juga menambah tribun untuk media tanpa meja untuk 88 orang dan tribun dengan meja untuk 54 orang,” terang Pasek.
Baca Juga: Ditargetkan Selesai April 2024, Waskita Kebut Pengerjaan Flyover Sekip Ujung & IPAL Palembang
Selain itu, Pasek menambahkan, nantinya akan dibangun track atletik dan gym serta stadion ini juga dapat difungsikan untuk acara non olahraga seperti konser musik dan pertunjukan komersil lainnya.
Prioritas pekerjaan pada renovasi Stadion Kanjuruhan yaitu mendesain Pagar Perieter, Struktur memenuhi SLF, Pintu dan Tangga untuk Fasilitas Penonton, Fasilitas Pemain dan FOP, Renovasi Atap Eksisting, Fasade dan MEP.
“Yang perlu direnovasi yaitu perkuatan struktur dan perkuatan pondasi bangunan. Dalam kontrak masa pekerjaan renovasi ini membutuhkan waktu 16 bulan dan rencana akan selesai pada akhir tahun 2024,” ucap Pasek.
Baca Juga: Komitmen Transformasi dan Langkah Strategis Waskita Demi Penyehatan Keuangan
Sebagai pendukung utama pekerjaan, prioritas tim proyek yaitu melakukan pengembangan digitalisasi. Salah satunya dengan implementasi BIM (Building Information Modeling) dalam setiap pekerjaan proyek yang Waskita kerjakan.
Implementasi BIM dapat membuat pekerjaan menjadi sangat efisien sehingga pekerjaan proyek bisa selesai lebih cepat dan hemat dengan hasil kualitas yang baik.
Artikel Terkait
Waskita Garap Proyek di Timor Leste Senilai Rp1,1 Triliun
Waskita Kerjakan Proyek Urban Flood Control System Improvement in Selected Cities Phase 2 di NTB
Menilik Keindahan Masjid-masjid yang Dibangun Waskita
Nilai Kontrak Capai Rp4,33 Triliun, Waskita Dapat Dukungan Penuh Rampungkan Proyek IKN dari Pemerintah Kaltim
Dipercaya Pemerintah, Waskita Bangun Sistem SPAM Regional Jatiluhur I Senilai Rp 163 M