rilis-bumn

Kementerian BUMN dan Pertamina Inisiasi Literasi Edukasi Kesehatan Mata untuk Masa Depan

Selasa, 10 Oktober 2023 | 10:00 WIB
Kementerian BUMN dan Pertamina Inisiasi Literasi Edukasi Kesehatan Mata untuk Masa Depan (DOK.PT Pertamina (Persero))

Kabar BUMN - Dalam momentum Hari Penglihatan Sedunia 2023, Kementerian BUMN bersama PT Pertamina (Persero) menginisiasi gerakan literasi edukasi kesehatan mata.

Acara ini dilatarbelakangi penelitian yang dipublikasikan jurnal Ophthalmology memprediksi separuh populasi dunia (hampir 5 miliar jiwa) akan mengalami rabun jauh pada tahun 2050, dan seperlima dari mereka (1 miliar jiwa) akan mengalami peningkatan risiko kebutaan secara signifikan jika tren yang ada saat ini terus berlanjut.

Berdasarkan penelitian tersebut, diprediksi pada tahun 2050, satu dari sepuluh orang berisiko mengalami kebutaan. Miopia menjadi penyebab utama kebutaan permanen di seluruh dunia.

Baca Juga: Tips Liburan Aman di Tengah Cuaca Panas, Ikuti 5 Tips Berikut Agar Terhindar dari Bahaya Sinar Matahari

Para orang tua disarankan untuk memeriksakan mata anak secara teratur, meningkatkan waktu di luar ruangan serta mengurangi waktu untuk melakukan aktivitas jarak dekat termasuk perangkat elektronik.

Miopia atau dikenal juga dengan istilah "rabun dekat" atau "rabun jauh" menyebabkan penderitanya kesulitan melihat benda jauh dengan jelas.

Diperkirakan saat ini terdapat 2 miliar penderita rabun jauh di dunia, dan angka ini terus berkembang pesat.

Baca Juga: Tampilkan Produk Kerajinan Lokal Terbaik, UMKM Binaan KAI Berpartisipasi dalam INACRAFT 2023

“Literasi edukasi kesehatan mata ini penting untuk mencegah gangguan penglihatan mata di masa mendatang,” terang Arya Sinulingga, Stafsus III Menteri BUMN pada (8/10/2023).

“Sehari-hari kita semua mau itu orang tua, anak-anak semuanya ga ketinggalan Hp, sehari bisa lebih dari 10 jam mata kita digunakan untuk melihat Hp untuk bekerja ataupun rutinitas sehari-hari, sehingga berpotensi gangguan pada mata, menjadi minus bahkan gangguan penglihatan,” katanya.

Oleh karenanya, lanjut Arya, Kementerian BUMN menggagas pemeriksaan mata dan operasi katarak bersama BUMN sebagai langkah preventif dan bagian dari literasi pendidikan agar masyarakat dapat menjaga kesehatan mata, menjaga anak-anak dari gangguan penglihatan.

Baca Juga: Menjelajahi Flora dan Fauna di Savana Sadengan, Padang Rumput di Alas Purwo yang Mirip Afrika

“Program literasi edukasi kesehatan mata penting dilakukan berkelanjutan, saya juga mengajak IHC (Indonesia Healthcare Corporation) sebagai Holding RS BUMN dan kontribusi BUMN untuk merealisasikan program ini untuk kesejahteraan kesehatan yang lebih baik dimasa depan,” tegasnya.

Pertamina menghadirkan Edi Karyanto selaku SVP Upstream & Portfolio Co. Business Development & Portfolio, Fajriyah Usman selaku VP CSR dan drg. Mira Dyah Wahyuni, MARS selaku Direktur Utama PT Pertamina Bina Medika IHC, kemudian dari RS Mata Cicendo hadir Direktur Utama Dr. Antonia Kartika Indriati, SpM(K) yang turut memberikan opening speech yang menginspirasi peningkatan layanan kesehatan bagi masyarakat di Bandung.

Halaman:

Tags

Terkini