Chief Executive Officer EGA Abdulnasser Bin Kalban menyebut bahwa EGA sebagai salah satu perusahaan peleburan aluminium terbesar di dunia menyebut bahwa keberhasilan lima tungku ini merupakan tonggak penting bersejarah dalam penerapan teknologi peleburan yang lebih modern di INALUM dan berharap bisa menjadi langkah awal dalam kolaborasi lanjutan dengan INALUM dan Indonesia pada khususnya.
Baca Juga: Nyaman Cuma Rp30 Ribuan, Ini Cara Wisata ke Pantai Malang Selatan Naik Bus Damri
“Keberhasilan penyelesaian permulaan pot percontohan ini merupakan tonggak penting baik dalam proyek kami untuk menyebarkan pengetahuan teknologi EGA di Indonesia, dan potensi kemitraan kami yang lebih luas. dengan INALUM.
"Tim teknologi EGA memiliki rekam jejak kesuksesan selama puluhan tahun, menciptakan nilai bagi EGA tidak hanya di UEA tetapi juga secara internasional,” ujar Abdulnasser.
INALUM memilih berkolaborasi dengan EGA terkait teknologi DX+ Ultra karena EGA telah mengembangkan teknologi peleburan aluminiumnya sendiri selama lebih dari 30 tahun.
Baca Juga: Indonesia GP 2023: Patra Niaga Jamin Kebutuhan Energi Tercukupi Jelang Perhelatan Akbar
Dimana Teknologi tersebut telah dianggap sebagai teknologi yang paling efisien di industri aluminium global.
EGA adalah perusahaan industri UEA pertama yang melisensikan teknologi proses intinya secara internasional, melalui kesepakatan dengan Aluminium Bahrain pada tahun 2016.
Selain itu, kolaborasi ini juga dapat mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dengan Uni Emirat Arab dalam bidang teknologi dan investasi.
EGA dan INALUM juga telah menandatangani perjanjian terpisah yang memberikan kesempatan kepada EGA untuk memiliki hak eksklusif dalam penyediaan teknologi peleburan aluminium DX+ Ultra miliknya dalam rangka perluasan pabrik peleburan Kuala Tanjung, jika hasil studi dan kajian telah membuktikan bahwa perluasan pabrik peleburan Kuala Tanjung dengan menggunakan teknologi yang dimiliki oleh EGA terbukti layak secara teknis ataupun ekonomis.
Selain itu, dalam perjanjian tersebut INALUM memberikan hak kepada EGA untuk mendapatkan penawaran terlebih dahulu untuk memiliki saham dalam proyek perluasan tersebut atau menyerap sebagian besar produk yang berhasil diproduksi dari proyek tersebut.
Dalam pelaksanaan proyek perluasan ini, INALUM akan berupaya untuk mendapatkan tarif listrik yang kompetitif dan akan memprioritaskan penggunaan dari sumber energi terbarukan.
Baca Juga: Produk Mitra Binaan Pusri Unjuk Pesonanya dalam Pameran Inacraft 2023
Sebagai informasi, saat ini Smelter INALUM di Kuala Tanjung menggunakan energi listrik yang berasal dari pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yaitu PLTA Siguragura dan PLTA Tangga yang berada di Paritohan, Sumatera Utara.