Teknologi tersebut merupakan perbaikan tanah meliputi proses pengeboran lapisan tanah dan menginjeksi pasta beton sebagai penyalur beban ke lapisan tanah keras di bawahnya.
Baca Juga: Target Selesai Tahun 2025, Jalan Tol Garapan Hutama Karya akan Percepat Waktu Tempuh Semarang-Demak
Menariknya, pembangunan jalan tol yang melewati berbagai jenis jalur seperti jalan lintas antar kota, jalan desa, hingga jalur perlintasan kereta api ini akan dilengkapi sejumlah fasilitas struktur, seperti jembatan under bridge atau underpass.
Jalan tol ini nantinya akan dilengkapi bangunan persilangan seperti underpass sebanyak 14 buah.
Adapun untuk ruas yang melewati perlintasan kereta api jalur Bandara Internasional Minangkabau – Kayu Tanami ini dibangun empat buah underpass.
Baca Juga: Bendungan Ameroro Segera Rampung, Hutama Karya Targetkan Impounding di Akhir November 2023
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Tjahjo Purnomo, mengungkapkan rata-rata kondisi tanah dasar di sekitar perlintasan merupakan tanah lunak sehingga memerlukan konstruksi khusus yaitu metode struktur kaki seribu atau pile slab pada bagian jalan pendekat jembatan.
“Jalan tol yang beririsan dengan rel kereta api, kita buatkan underpass di STA 6+200, STA 12+286, STA 30+450 dan STA 0+213 (Akses Tarok City) dengan panjang rata-rata 96,3 m, ketinggian mencapai 6,8 m, serta beban maksimal satu kendaraan adalah 50 ton.
"Khusus underpass di STA 6+200 pengerjaannya telah rampung, sehingga nanti pengguna jalan tol akan dimanjakan dengan pemandangan hamparan sawah yang sejuk dan teduh,” ungkapnya.
Baca Juga: Antisipasi Karhutla di Jalan Tol. Hutama Karya Siapkan Langkah Antisipasi
Lebih lanjut, Tjahjo menjelaskan agar tidak mengganggu aktivitas publik, sejumlah metode digunakan dalam pembangunan underpass ini.
Seperti penggunaan alat HSPD (Hydraulic Static Pile Driver) untuk memancang fondasi tiang pancang agar dampak getaran dari pemancangan, serta menggunakan launcher untuk memasang gelagar girder agar minim dampak terhadap penggunaan jalan nasional atau kereta api yang melintas.
“Metode tersebut untuk memaksimalkan aktivitas konstruksi pada saat window time di sekitar area pembangunan,” tutup EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Tjahjo Purnomo.
Baca Juga: Bendungan Ameroro Hampir Rampung, Hutama Karya Targetkan Impuding di Akhir November
Tidak hanya itu, Hutama Karya juga akan menyelesaikan pengerjaan Akses Tarok City sepanjang 2,96 km yang akan menghubungkan Kawasan Tarok City, Jalan Tol dan Jalan Nasional.