Oleh karena itu, PHR membentuk gugus tugas khusus tim medis yang disebut team Exploration & Drilling Support.
Baca Juga: Ajak Anak-anak Lestarikan Gajah dan Hutan Riau, PHR Gelar Kegiatan Conservation Goes to School
Hal ini dilakukan untuk meningkatkan waktu respons tim Health & Medical PHR bila sewaktu-waktu terdapat panggilan darurat medis, dengan menggunakan standar waktu penanganan medis sesuai standar internasional dari International Oil and Gas Producer (IOGP).
Tenaga medis yang disiagakan adalah mereka yang terlatih dan terampil.
Tim ini telah dibekali pengetahuan dan pelatihan mengenai penanganan kasus-kasus trauma (cedera) maupun masalah kesehatan lain yang timbul saat bekerja.
Baca Juga: Ini 10 Putra Putri Riau Peraih Beasiswa Penuh PHR Masuk Universitas Pertamina
Mereka juga terlatih dalam menghadapi insiden yang berpotensi menimbulkan korban masal (mass casualty), dengan berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan tambahan bantuan.
Manager Health & Medical PHR WK Rokan dr. Sugih Surjadi Wanasida menekankan, secara umum selain kesiagaan menghadapi kasus-kasus darurat, PHR juga telah menerapkan banyak program.
Di antaranya program fit to work untuk memastikan pekerja dalam kondisi sehat sebelum, saat dan setelah bekerja.
Baca Juga: 2 Tahun Alih Kelola Blok Rokan, PHR Capai Produksi Tertinggi 172 Ribu BOPD
Kemudian program digitalisasi serta pembaruan basis data serta rekam medis elektronik setiap pegawai juga mendapat perhatian khusus.
PHR juga mengembangkan sistem yang dapat memonitor perkembangan tingkat kesehatan pegawai, guna memastikan kelaikan kerja pegawai dan mitra kerja di PHR.
Di samping itu, upaya peningkatan kesehatan (promotif), pencegahan penyakit (preventif), penyembuhan penyakit (kuratif) serta pemulihan kesehatan (rehabilitatif) juga terus dilakukan untuk memelihara kesehatan pekerja.
Baca Juga: Ikhtiar PHR Menopang Energi Nasional Lewat Minyak Non Konvensional
Saat ini, kata Sugih, pihaknya sedang melaksanakan program wellness yang disebut slimpossible.