rilis-bumn

Dukung Ketahanan Pangan, Hutama Karya Garap Proyek Bendungan Karangnongko di Bojonegoro

Selasa, 31 Oktober 2023 | 08:45 WIB
Proyek Bendungan Karangnongko, kontrak baru Hutama Karya. (Dok. Hutama Karya)

Kabar BUMN - PT Hutama Karya (Persero) atau Hutama Karya kembali mendapatkan kontrak baru berupa proyek Bendungan Karangnongko Paket 1.

Dimana proyek ini akan membendung sungai Bengawan Solo yang letak geografisnya berbatasan antara Kabupaten Blora, Jawa Tengah dan Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Mengawali pembangunan proyek ini, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno melakukan kunjungan kerja serta doa bersama di titik nol lokasi pada hari Kamis (19/10/2023) lalu.

Baca Juga: Dukung Ketahanan Energi, Hutama Karya Garap Konstruksi Proyek Pipa Bawah Laut Lawe-Lawe Facilities RDMP V

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Tjahjo Purnomo mengatakan, proyek bendungan yang kontraknya ditandatangani pada Jumat (22/9/2023) lalu ini ditargetkan selesai pada akhir tahun 2026.

“Kami segera memulai proses pengerjaan dan diharapkan dapat selesai tepat waktu sesuai rencana,” ujar Tjahjo.

Lebih lanjut Tjahjo menambahkan, proyek senilai Rp 730 Miliar ini nantinya akan dimanfaatkan sebagai penampungan air saat kemarau.

Baca Juga: 4 Tahun Transformasi Digital di Hutama Karya, Percepat Konstruksi Hingga Diakui Dunia

Yakni, dengan mengandalkan panjang sungai Bengawan Solo (long storage) yang berfungsi untuk menyuplai air daerah irigasi seluas 6.900 Ha.

Proyek ini akan menjadi penyedia air baku untuk wilayah Kabupaten Bojonegoro, Blora, Tuban dan Ngawi sekitar 1.15 meter kubik per detik serta berpotensi sebagai pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) 1 megawatt.

Dalam proyek ini, Hutama Karya bertanggung jawab pada pekerjaan galian tanah, struktur beton pelimpah, hidromekanikal serta pembuatan jembatan bailey di atas Struktur Pelimpah (jembatan
sementara yang digunakan untuk akses jalan pekerjaan timbunan Main Dam).

Baca Juga: Hutama Karya Beri Pelatihan Kewirausahaan pada UMK Binaan di Rest Area 215B Ruas Tol Terpeka

“Dalam proses percepatannya, proyek ini akan mengimplementasikan BIM (Building Information Modeling) dengan pendekatan kolaboratif berbasis model 3D untuk merencanakan, merancang, membangun dan mengelola konstruksi dengan cara yang lebih efisien serta memberdayakan penyerapan tenaga lokal dari warga sekitar,” ujar Tjahjo.

Proyek yang digarap melalui kerja sama operasi (KSO) dengan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan PT PP (Persero) Tbk (KSO Wika-HK-PP), secara teknis memiliki luas genangan 1.026,55 Ha serta
kapasitas tampung efektif sebesar 59,1 juta m3.

Halaman:

Tags

Terkini