Rudi menambahkan, di tengah hiruk pikuk lalu lintas kendaraan pada jalur bisnis urat nadi penghubung wilayah Trans Jawa yang menjadi jalur favorit pengguna jalan serta lokasi dari berbagai proyek infrastruktur Pemerintah di koridor Jakarta-Cikampek seperti Kereta Cepat Jakarta-Bandung, LRT Jabotabek, Jalan Tol Cibitung-Cilincing hingga Jalan Layang MBZ di beberapa tahun terakhir, upaya peningkatan pelayanan lalu lintas yang telah dilakukan PT JTT juga memperhitungkan mitigasi risiko, khususnya yang berpotensi mengganggu arus lalu lintas kendaraan.
Baca Juga: KAI Gelar Promo Tiket KA Bandara Kualanamu-Medan Berupa Diskon Hingga 40%.
“Mitigasi risiko yang dilakukan yaitu mengalihkan arus lalu lintas yang terdampak sebelum area pekerjaan, mempersempit area kerja, persiapan contraflow jika kondisi lalu lintas kendaraan padat, serta berkoordinasi dengan pihak Kepolisian dan PT Jasamarga Tollroad Operator selaku service provider PT JTT dalam pengaturan lalu lintas,” ujar Rudi.
Guna memastikan informasi terkait peningkatan layanan dapat diterima dengan baik oleh pengguna jalan, PT JTT secara aktif melakukan sosialisasi rencana pekerjaan dengan memasang media luar ruang berupa spanduk imbauan pekerjaan dan Dynamic Message Sign (DMS) di Jalan Tol Jakarta-Cikampek dan Jalan Layang MBZ.***