“Sampah produksi panen seperti jerami padi atau daun tebu pada dasarnya bisa dimanfaatkan kembali sebagai produk-produk yang bernilai ekonomis, seperti pembuatan pupuk kompos, untuk bahan baku pakan ternak, bahkan kerajinan tangan,” ujar Anggun.
Sebagai bentuk kepedulian dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Perusahaan kepada masyarakat sekitar jalan tol, pada kegiatan tersebut juga diberikan bantuan kepada masing-masing desa.
Bantuan yang diberikan berupa satu unit motor roda tiga pengangkut barang untuk digunakan petani saat ke sawah atau ladang, satu unit mesin pencacah rumput, dan 50 pasang sepatu bot.
Di akhir kegiatan, Kepala Desa Penpen Mustofa menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan yang diberikan.
Ia berharap semoga bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan oleh para petani serta memberikan nilai tambah bagi hasil panen.
“Kami warga desa juga akan saling mengingatkan agar sampah sisa panen tidak lagi dibakar hingga menimbulkan asap yang berdampak bagi jalan tol.
“Tentunya kami akan meneruskan pesan dan imbauan yang disampaikan dalam sosialisasi dan edukasi ini kepada warga lainnya,” ujar Mustofa.
Setiap tahun, Jasa Marga rutin melaksanakan kegiatan Sosialisasi Bahaya Pembakaran Pasca Panen.
Tahun lalu Jasa Marga telah melakukan sosialisasi di 5 desa di Kabupaten Semarang, Kabupaten Karanganyar, dan Kabupaten Batang.
Selain melakukan kegiatan penyuluhan kepada petani, Jasa Marga juga giat melakukan kampanye keselamatan berkendara di jalan tol untuk pelajar, komunitas maupun masyarakat umum melalui program Safety Riding dan Road Safety Rangers.***