rilis-bumn

Pertamina International Shipping Beberkan Strategi Dekarbonisasi Blue Economy di COP28 Dubai

Senin, 4 Desember 2023 | 16:00 WIB
Armada milik Pertamina International Shipping (PIS). (Dok. PIS)

“Kami akan memakai 60 persen dari bensin dan sisanya dari biofuel,” ujar Yoki.

Tak hanya itu, PIS juga akan mengembangkan amonia dan hidrogen.

Baca Juga: Mulai dari Panel Surya hingga Kapal Dual Fuel, PIS Tegaskan Komitmen Kurangi Polusi

Yoki turut menekankan pentingnya pengembangan teknologi untuk mewujudkan semua inovasi tersebut.

PIS memiliki tiga tahapan pengurangan emisi.

Pertama, tahap jangka pendek tahun 2022─2025 yang strateginya adalah pembatasan kecepatan operasi kapal.

Baca Juga: Transformasi Berjalan Lancar, PIS Catatkan Laba 138,5 Juta Dollar AS pada Semester I 2023

Lalu, strategi jangka menengah tahun 2026─2030 dengan penggantian bahan bakar dan pengoperasian kapal ramah lingkungan.

Terakhir, strategi jangka panjang pada 2030─2060.

PIS menargetkan pengurangan emisi sebesar 20 ribu tCO2eq dengan menggunakan sumber energi lainnya, seperti hidrogen dan amonia hijau.

Baca Juga: Aktif Dorong Perkembangan Industri Maritim Tanah Air, PIS Hadiri Sidang IMO di London

“Kami menyadari bahwa tren ke depan harus ada pengurangan emisi dari sektor pelayaran dan kelautan, sehingga kami sudah memiliki peta jalan menuju NZE 2060,” kata Yoki.

Senada dengan perencanaan PIS tersebut, tingkat nasional, pemerintah pun sudah menyiapkan peta jalan ekonomi biru.

Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Vivi Yulaswati mengatakan, sektor maritim memiliki peran utama dalam pengembangan ekonomi biru.

Baca Juga: Kantongi Kontrak 49,3 Juta Dollar AS, Kini Kapal PIS Berlayar Lewati 26 Rute Internasional

Halaman:

Tags

Terkini