“Kami sudah mengembangkan rencana aksi ekonomi biru dan indeks ekonomi biru untuk memantau perkembangannya,” kata Vivi.
Ia menambahkan, lembaganya bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mendorong pengembangan ekonomi biru di berbagai daerah, salah satunya dengan Pertamina Group.
Pemerintah juga bekerja sama dengan dunia internasional untuk mengembangkan ekonomi biru.
Baca Juga: Teken Kontrak Rp740 Miliar, Kapal PIS Resmi Berlayar di 26 Rute Internasional
Head of Ocean Action Agenda World Economic Forum Alfredo Giron Nava mengatakan, pihaknya telah bersepakat dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi untuk melaksanakan agenda Kemitraan Aksi Karbon Biru Nasional atau National Blue Carbon Action Partnership (NBCAP).
Kemitraan ini diharapkan dapat membantu pemulihan ekosistem karbon biru di Indonesia.
Terlebih, ekosistem laut dan pesisir Indonesia memiliki sumber daya yang kaya, yang dapat memberikan efek nyata bagi kelestarian lingkungan dunia.
Baca Juga: Lebarkan Sayap ke Pasar Global, PIS Beli Kapal Tanker 'PIS Sumatera'
“Sinergi antara pemerintah dan forum internasional ini juga perlu didukung oleh sektor swasta dan masyarakat pesisir,” jelas Nava.
Sesi diskusi ini turut dihadiri oleh Senior Vice President & Executive Chair Konservasi Indonesia Meizani Irmadhiany dan Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan Victor Gustaaf Manopo.
Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDG’s).
Baca Juga: Jaga Komitmen Dukung Energi Hijau, CEO PIS: 146 Kapal Kami Sudah Gunakan Biodiesel
Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.***