“Dengan peningkatan trafik yang cukup tinggi, kami berharap kepada seluruh petugas untuk dapat amanah dan totalitas dalam menjalankan tugas serta menjaga kesehatan agar pelayanan libur Nataru dapat berjalan dengan lancar,” imbuh Koentjoro.
Setelah Apel Siaga dan pengukuhan berakhir dengan dipencetnya sirine sebagai tanda Jalan Tol Hutama Karya telah siap menyambut pengguna jalan tol yang ingin melakukan perjalanan libur Nataru.
Koentjoro juga melakukan pengecekan seluruh armada siaga di Jalan Tol Pekanbaru – Bangkinang untuk memastikan kendaraan patroli, rescue, ambulans, derek dan lainnya sudah teruji.
Agenda ini juga dilanjutkan dengan pembagian 100 merchandise gratis kepada pengguna jalan tol yang berisikan topi, payung dan kartu Uang Elektronik (UE) edisi terbatas dengan desain khusus Nataru 2023/2024.
Baca Juga: 6 Tempat untuk Merayakan Malam Tahun Baru di Yogyakarta, yang Adem Sudah Tentu Di Kaliurang
“Kami berharap dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, arus libur Nataru di JTTS dapat berjalan dengan lancar dan kinerja para personil yang bertugas agar terus memberikan pelayanan optimal, serta sebagai tanda kesiapan seluruh tim memastikan jalan tol yang dikelola sudah aman dan siap dilalui oleh pengguna jalan,” tutur Koentjoro.
Selain itu, peningkatan kualitas jalan tol dengan melakukan pemeliharaan, khususnya pada Ruas Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung dan Ruas Pekanbaru – Dumai dengan metode beton rigid maupun pemeliharaan rutin seperti scraping, filling & overlay (SFO) atau pengelupasan dan pelapisan kembali juga telah dilakukan.
“Hutama Karya memastikan pemeliharaan tersebut telah rampung hari ini, Jum’at (15/12) sehingga tidak berdampak pada lalu lintas libur Nataru mendatang,” tutup Koentjoro, Direktur Operasi III Hutama Karya.
Baca Juga: Wisata ke Pantai Sawarna Banten Naik DAMRI, Simak Jadwal, Rute, dan Tarifnya Berikut Ini!
Selama arus libur Nataru tahun 2023/2024 ini, Hutama Karya mengoperasikan sepanjang 589 km JTTS yang terdiri dari 9 (Sembilan) ruas JTTS yang telah beroperasi dengan tarif yaitu Tol Terbanggi Besar – Kayu Agung (189 Km), Tol Palembang – Indralaya (21,93 Km), Tol Bengkulu – Taba Penanjung (17,8 Km), Tol Pekanbaru – Dumai (131 Km), Tol Pekanbaru – Bangkinang (31 Km), Tol Binjai – Langsa Seksi 1 (Binjai - Stabat) (11 Km), dan Tol Sigli – Banda Aceh (Seulimeum – Blang Bintang) (35,85 Km) serta 2 (dua) ruas tol yang berada di Pulau Jawa yaitu Tol JORR-S (14,25 Km) dan Akses Tanjung Priok (11,4 Km).
Juga termasuk 5 (lima) ruas yang masih belum bertarif atau gratis yaitu Tol Indralaya – Prabumulih (64,5 Km), Tol Binjai – Langsa (Stabat – Kuala Bingai) (8 Km), Tol Indrapura – Lima Puluh (15 Km), Tol Sigli – Banda Aceh (Blang Bintang – Baitussalam) (12,7 Km) dan Tol Indrapura – Tebing Tinggi (26,23 Km) yang dikelola oleh PT Hutama Marga Waskita (Hamawas) dan rencananya akan mengoperasikan tanpa tarif sepanjang 53 Km jalan tol yang terdiri dari Tol Bangkinang - Tanjung Alai (24,7), Tol Kuala Bingai - Tanjung Pura (19 Km) dan Kuala Tanjung - Indrapura (9,47 Km)
Hutama Karya menghimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk berkendara sesuai dengan tata tertib dan ketentuan yang berlaku di jalan tol. Berkendara dengan kecepatan minimum 60 km/jam dan maksimum 100 km/jam, dan tidak menggunakan bahu jalan kecuali dalam keadaan darurat.
Baca Juga: Dukungan Aspekpir Terhadap PalmCo untuk Akselerasi PSR di Borneo, Berharap Ulang Kesuksesan di Riau
Pengguna jalan diminta untuk segera beristirahat di tempat istirahat terdekat apabila merasa mengantuk, dan apabila terdapat keluhan atau melihat tindak kejahatan yang ada di jalan tol, agar segera melapor ke Call Centre masing-masing ruas tol atau pantau terus informasinya melalui media sosial jalan tol Hutama Karya di @HKTolIndonesia.***