Museum Kereta Api Ambarawa awalnya adalah sebuah stasiun yang bernama Stasiun Willem I.
Stasiun tersebut dibangun oleh Nedherlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) yang diresmikan pada tanggal 21 Mei 1873 bersamaan pembukaan lintas Kedungjati – Ambarawa tahun 1907.
Sedangkan Lawang Sewu adalah gedung bersejarah milik KAI yang awalnya digunakan sebagai Kantor Pusat perusahaan kereta api swasta Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NISM).
Gedung Lawang Sewu dibangun secara bertahap di atas lahan seluas 18.232 m2.
Bangunan utama dimulai pada 27 Februari 1904 dan selesai pada Juli 1907. Sedangkan bangunan tambahan dibangun sekitar tahun 1916 dan selesai tahun 1918.
“Harapannya, masyarakat semakin banyak yang menggunakan jasa KAI dalam bertransportasi. Apalagi menjelang momen liburan Natal dan Tahun Baru, dimana seluruh insan KAI semangat dalam melayani melalui kemudahan dan inovasi produk."
"KAI juga berkomitmen bahwa keselamatan sebagai fokus utama selama masa Nataru,” tutup Ririn Widi Astutik.***