Fadjar menjelaskan, “Pertamina melalui PIEP ingin terus meningkatkan investasi migas di Algeria, karena Algeria dianggap sebagai prioritas untuk tumbuh karena kami sudah mempunyai footprint.”
“Kerja sama ini juga merupakan peluang untuk membuka nilai bisnis Algeria termasuk sinergi dengan peluang masa depan lainnya untuk terus berkembang,” pungkas Fadjar.
Di Algeria, PIEP bersama mitranya, Sonatrach dan Repsol Exploracion 405A SA mengelola blok Menzel Lejmat Nord (MLN) di Blok 405A dan sembilan bidang lainnya yang mencakup unitisasi Ourhoud dan El Merk.
Blok 405A ini berpotensi menghasilkan produksi puncak sebesar 36.000 BOEPD.***