rilis-bumn

Dengan Kendaraan Sewaan, Mulai 3 Januari 2024, Pejabat Kementerian BUMN Pakai Kendaraan Listrik

Rabu, 3 Januari 2024 | 16:30 WIB
Dengan kendaraan sewaan, mulai 3 Januari 2024, pejabat Kementerian BUMN pakai kendaraan listrik. (DOK. Kementerian BUMN)

Kampanye penggunaan EV sebagai kendaraan operasional, menurut Erick Thohir, tidak terlepas dari kebijakan besar Indonesia untuk memimpin di sektor Energi Baru Terbarukan (EBT). Dimana Indonesia saat ini sedang memacu transisi energi konvensional ke EBT.

Baca Juga: Kementerian BUMN Dukung Aquabike Jetski World Championship 2023 sebagai Water Sport Tourism

Salah satu program akselerasi EBT adalah diwujudkan lewat sistem kelistrikan di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Di IKN pemerintah membangun solar panel berkapasitas 50 MW dan akan dikembangkan menjadi 80 MW. Artinya, IKN akan jadi kota pertama di Indonesia yang sepenuhnya menggunakan listrik hijau.

Kemudian, pemerintah beberapa waktu lalu juga telah meresmikan PLTS Terapung Cirata berkapasitas 192 MWp. Proyek yang dikerja samakan dengan Masdar itu menjadi PLTS terapung terbesar di Asia Tenggara.

Baca Juga: Dorong Peningkatan Kompetensi dan Profesionalisme SDM, Kementerian BUMN Resmikan BUMN School of Excellence

"Sebenarnya 145 MW, tapi ada hitungannya itu 192 MW peak (MWp). Dengan kelebaran 20%, itu bisa menuju 800 MW. Itu lumayan, belum lagi hidronya," kata Erick.

Secara garis besar, Erick menegaskan proyek energi baru dan terbarukan harus punya manfaat yang besar bagi negara, utamanya menjaga agar tarif listrik tidak memberatkan masyarakat.

"Hal seperti ini yang harus dijaga. Makanya transisi energi kita mundur 10 tahun dibandingkan negara lain karena kita baru menjadi negara industri di era Pak Jokowi ini," tambahnya.***

Halaman:

Tags

Terkini