rilis-bumn

Catatkan Overachievement Tahun 2023, PT INTI Siapkan Strategi Transformasi Agresif di Tahun 2024

Senin, 8 Januari 2024 | 11:30 WIB
Sukses Tutup Tahun 2023, PT INTI siapkan strategi untuk hadapi tahun 2024. (Dok. PT INTI)

Rinciannya, PT INTI Konten Indonesia (INTENS) sebesar 558% dari RKAP 2023 dan PT INTI Pindad Mitra Sejati (IPMS) sebesar 474% dari RKAP 2023.

Baca Juga: Mampu Beradaptasi dalam Perkembangan Teknologi, PT INTI Raih 3 Penghargaan di Ajang 11th BUMN Branding and Marketing Award 2023

“Posisi saat ini merupakan catatan kinerja keuangan sementara.

“Sebab, untuk finalnya, tentu setelah hasil review eksternal auditor.

“Hanya, kami meyakini bahwa pencapaiannya berada dalam kisaran angka tersebut,” tutur Delvia Damayanti.

Baca Juga: Sukseskan Kemandirian Indonesia, PT INTI (Persero) Gandeng Produsen Amunisi dan Senjata Dalam Negeri

Performa apik yang mulai menggeser Perseroan dari area negatif ke zona positif itu diperkuat strategi transformasi dari segi Business Alignment.

Strategi tersebut meliputi sisi Expand Business Segment & Target Multi-Vertical Industry, Subsidiary Streamlining, Product Portfolio Arrangement, dan Strategic Alliance with Global Partner.

Strategi ini kemudian membawa Perseroan berhasil membukukan capaian overachiement, yang disokong dari perolehan sejumlah proyek strategis berskala nasional sebagai berikut :

Baca Juga: Jelang Tutup Tahun, PT INTI (Persero) Kebut Kolaborasi Strategis, Termasuk Eksekusi Letter of Intent di Barcelona

1. Sentralisasi Aplikasi Surat Izin Mengemudi (SIM) Online Terpusat di Seluruh Indonesia dari Korps Lalu Lintas (Korlantas) Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang ditargetkan siap Go Live pada awal tahun 2024.

Aplikasi SIM Online ini akan diimplementasikan di seluruh lokasi Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah yang tersebar di 34 Provinsi dengan total area sebanyak 856 lokasi.

2. Pembangunan dan Implementasi Alat Ukur Electromagnetic Compability (EMC) di Balai Besar Pengujian Perangkat Telekomunikasi (BBPPT) yang digunakan untuk menjalankan aspek penilaian kesesuaian teknis (pengujian) Alat dan Perangkat Telekomunikasi yang wajib memenuhi kewajiban EMC.

3. Pembangunan Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJU-TS) Wilayah Indonesia untuk 27 Provinsi, dengan sebaran total lokasi sekitar 10.468 titik.

Pembangunan PJU-TS ini merupakan salah satu program Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terkait aspek pengendalian penggunaan energi untuk memanfaatkan energi baru terbarukan (EBT).

Halaman:

Tags

Terkini