rilis-bumn

Raih Energy Globe Award 2023, Program Electrifying Agriculture PLN Akan Wakili Indonesia di Tingkat Global

Minggu, 21 Januari 2024 | 11:00 WIB
Electrifying agriculture dengan menggunakan lampu pada malam hari untuk meminimalisir hama yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman sekaligus menjadi matahari buatan untuk mempercepat pertumbuhan. (Dok. PLN)

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN Gregorius Adi menjelaskan, keberhasilan program EA tidak lepas dari kreativitas kelompok tani di Indonesia yang sukses mendorong peningkatan produktivitas.

Gregorius mengisahkan, program ini berangkat dari inisiatif petani buah naga di Banyuwangi, Jawa Timur.

Para petani berinovasi dengan menyediakan lampu saat malam hari untuk kebun buah naga yang dimiliki.

Baca Juga: Sukses Produksi Hidrogen Hijau, Kini PLN Bangun Stasiun Pengisian untuk Kendaraan di Kawasan Senayan

Langkah ini rupanya memberikan hasil luar biasa di mana buah naga tumbuh lebih cepat dan intensitas panen menjadi lebih sering.

"Mereka kemudian mengusulkan untuk mengganti genset yang dimiliki dengan listrik PLN.

"Kita lalu mencoba menyediakan listrik untuk wilayah pertanian dengan menambah jaringan listrik.

Baca Juga: Sepanjang 2023, Program TJSL Pendidikan PLN Jangkau 159.809 Penerima Manfaat, Dukung Peningkatan Kualitas Pendidikan Termasuk Difabel dan Kaum Rentan

"Ini berdampak pada penghematan biaya operasional hingga 75%," kata Gregorius.

Gregorius menambahkan, keberhasilan program pertama ini mendorong inovasi lanjutan untuk program EA.

PLN pun terus mengembangkan layanan program ini dengan menyasar sektor lain.

Baca Juga: Kontribusi Sektor Lingkungan, PLN Tanam 283.739 Pohon Sepanjang Tahun 2023

Tidak hanya memberi dampak pada perekonomian, program ini turut menumbuhkan minat kaum muda untuk terlibat di sektor agrikultur.***

Halaman:

Tags

Terkini