Pola tersebut kian lengkap dengan skema cash for works untuk para petani mitra.
Skema itu memberikan jaminan bagi para petani untuk tetap memperoleh pendapatan selama proses peremajaan berlangsung.
Para petani diberdayakan untuk terlibat dalam setiap tahapan proses peremajaan dan mendapatkan penghasilan dari skema tersebut.
‘’Sesuai arahan Direktur Utama PTPN IV PalmCo Bapak Jatmiko Santosa, kita tidak pernah setengah-setengah untuk para petani.
Baca Juga: PTPN IV Regional 4 Kirimkan Bantuan bagi Korban Banjir di Kabupaten Bungo, Jambi
“Semangat kita untuk terus memperkuat petani, meningkatkan produktivitas dan ekonomi petani, selaras dengan khitah PTPN V, tumbuh dan berkembang bersama petani,” urai Arief.
Hasilnya, para petani yang telah ikut serta program PSR memperoleh produktivitas panen di atas rerata nasional.
Para petani sawit yang mengikuti program PSR pada tahun 2012 hingga 2014 atau usia tanaman menghasilkan (TM) V dan VII berhasil mendapat produktivitas mencapai 28,07 ton per hektare atau di atas rata-rata standar nasional sebesar 26,95 ton per hektare.
Begitu juga untuk petani yang mengikuti program PSR tahun 2018 atau usia TM 1 turut merasakan manisnya produktivitas tinggi mencapai 18,05 ton per hektare atau di atas rerata nasional 12 ton per hektare.
Lebih jauh, sepanjang 2024 ini, Arief menargetkan 3.030 Ha perkebunan sawit masyarakat Riau untuk dilakukan revitalisasi.
Ia optimis dengan dukungan positif pemerintah, BPDPKS, serta lembaga pembiayaan yang ada, serta kepercayaan masyarakat, program tersebut akan tercapai sebagai bagian mendukung pemerintah dalam akselerasi PSR.***