Kabar BUMN - PT Industri Telekomunikasi Indonesia mencatatkan penghematan biaya tetap (fixed cost) hingga lebih dari 30% dan sejumlah pencapaian strategis.
Pencapaian ini didapatkan setelah raih kepercayaan dari semua pihak dalam restrukturisasi keuangan.
Pasca diketoknya Perjanjian Homologasi atau Perdamaian atas Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).
Baca Juga: Resep Anti Gagal Bikin Sourdough, Roti Padat dan Berserat yang Sudah Ada Sejak Tahun 4000 SM
“Paralel dengan tahapan PKPU yang saat itu berjalan, kami melakukan sejumlah strategic initiatives secara menyeluruh untuk mendukung proses restrukturisasi keuangan."
"Dan, Alhamdulillah, satu tahapan pun ber-progress pada aspek efisiensi dan sejumlah variabel keuangan strategis,” ungkap Senior Vice President Corporate Secretary PT INTI Delvia Damayanti.
Untuk memperkuat proses restrukturisasi keuangan itu, PT INTI (Persero) pun melakukan sejumlah inisiatif strategis, di antaranya adalah sebagai berikut:
1. Business Alignment
- Expand Business Segment & Target Multi-Vertical Industry,
- Subsidiary streamlining
- Strategic alliance with global partner
2. Finance and Capital Restructuring
- Capital Restructuring
- Debt Restructuring
- Asset Optimizing
3. Human Capital Transformation
- HC Program Rightizing (Early Retirement Program (ERP), Temporary Paid Leave Program, Naturalization)
- Asset Optimization Program (Mini Soccer, Office Rental, Kawasan Edukasi) ▪ Policy Adjustment
- On Going Corporate Action (Bond, Take Over Loan, IPO Preparation) ▪ Leaning Organization
Baca Juga: Pakai REC PLN, GBK Jadi Kompleks Olahraga dan Ruang Terbuka Hijau dengan Listrik 100% EBT
Program tersebut diimplementasikan secara bersamaan dengan penyelesaian proses PKPU yang berjalan agar Perseroan nantinya memiliki kesanggupan untuk mengimplementasi semua hal yang tercantum dalam perjanjian perdamaian.
Serta memiliki kemampuan pemenuhan kewajiban usaha terhadap kreditor.