SIG Makin Gencar Gunakan EBT Untuk Turunkan Emisi Gas Rumah Kaca, Energi Tenaga Surya Jadi Alternatif Pilihan

Photo Author
Jennaira, Kabar BUMN
- Selasa, 20 Februari 2024 | 07:30 WIB
Proses pemasangan panel surya di atap gedung utama kantor SBI Pabrik Tuban, Jawa Timur. (DOK.PT Semen Indonesia (Persero) Tbk)
Proses pemasangan panel surya di atap gedung utama kantor SBI Pabrik Tuban, Jawa Timur. (DOK.PT Semen Indonesia (Persero) Tbk)

 

Kabar BUMN - Energi Baru dan Terbarukan (EBT) makin gencar digunakan PT Semen Indonesia di seluruh area operasi.

Hal ini dilakukan sebagai bagian dari strategi keberlanjutan Perusahaan dalam menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK).

PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) turut mendukung inisiatif tersebut melalui penggunaan energi tenaga surya sebagai sumber energi alternatif yang ramah lingkungan di Pabrik Tuban, Jawa Timur.

Baca Juga: Jalan-Jalan ke Paropo Alias Ranu Kumbolonya Sumatra Utara

Indonesia yang memiliki letak geografis di sepanjang garis khatulistiwa dengan iradiasi energi matahari rata-rata sekitar 4,80 kWh/m2/hari.

Ini merupakan potensi yang sangat besar untuk pemanfaatan energi alternatif tenaga matahari.

Terlebih Pabrik Tuban berada pada posisi geografis dengan iradiasi energi matahari di atas rata-rata nasional sekitar 5,4 kWh/m2/hari.

Baca Juga: Mulai 21 Februari, Jalan Tol Serpong - Cinere akan Memberlakukan Penyesuaian dan Pemberlakuan Tarif

Peluang ini meyakinkan SBI menjalin kerja sama dengan PT Energi Mitra Indika Tenaga Surya, untuk memulai pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap yang terhubung ke jaringan listrik yang ada (On-Grid Connected Rooftop PV System) pada sepuluh atap bangunan dengan kapasitas terpasang 6,39 MWp.

PLTS Atap ini nantinya akan dioperasikan secara paralel dengan listrik yang ada dari PLN.

Tujuannya untuk menunjang sebagian kebutuhan operasional pabrik, kantor serta fasilitas pendukung lainnya di SBI Pabrik Tuban.

Baca Juga: Mengeksplorasi Pantai Semeti, Kecantikan Lombok yang Sulit Dilupakan

“Selain pemanfaatan bahan bakar alternatif untuk substitusi batubara pada proses produksi semen, peningkatan produk yang ramah lingkungan dan peningkatan efisiensi penggunaan energi listrik dan energi termal."

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Jennaira

Tags

Artikel Terkait

Terkini