“Kebutuhan amonium nitrat dalam negeri sebesar 580.000 ton per tahun."
"Sementara pemenuhannya 79% dari produsen lokal dan 21% dari impor,” terang Wildan.
Pabrik ini merupakan pabrik amonium nitrat pertama yang dimiliki dan dikelola oleh BUMN untuk menunjang kemandirian energi dan industri, khususnya untuk bahan peledak nasional, dengan produk dalam negeri ber-TKDN tinggi dan mengurangi ketergantungan impor.
Baca Juga: Pecinta Kain Tradisional, Ini Desa-desa Penghasil Kain Tenun Bernilai Budaya Tinggi di Indonesia
Adanya Pabrik Amonium Nitrat diharapkan dapat meningkatkan competitive advantage DAHANA di pasar yang tingkat persaingan yang semakin ketat.
“Terbatasnya pasokan dalam negeri serta tingginya permintaan pasar terhadap amonium nitrat membuat keberadaan Pabrik Amonium Nitrat ini sangat penting untuk pertumbuhan bisnis DAHANA,” pungkas Wildan Widarman.