Kabar BUMN - Presiden Joko Widodo telah meresmikan Pabrik Amonium Nitrat di Kawasan Industri (KIE) Bontang, Kalimantan Timur pada Kamis (29/2/2024).
Turut hadir dalam peresmian tersebut Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Ketua Dewan Pertimbangan Presiden Wiranto, dan PJ Gubernur Kalimantan Timur Akmal Malik.
Hadir pula Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi, Direktur Utama PT Pupuk Kaltim Budi Wahjoe Susilo, Direktur Utama PT DAHANA Wildan Widarman, dan Direktur Utama Defend ID Bobby Rasyidin.
Baca Juga: Jadi Tuan Rumah DEFEND ID Cup 2024, DAHANA Raih Juara Tiga Cabor Voli
Pabrik yang memproduksi bahan baku bahan peledak dan penunjang produksi pupuk ini dikelola secara joint venture oleh PT Dahana, PT Pupuk Kaltim, dan PT Kaltim Ammonium Nitrate (KAN).
Pabrik ini sendiri memiliki nilai investasi mencapai Rp 1,2 triliun dengan kapasitas produksi 75.000 ton per tahun.
“Saya mengapresiasi kerja keras pengembangan industri amonium nitrat.
Baca Juga: Upaya Mengatasi Krisis Iklim, Dahana Ikut Aksi Penanaman Ribuan Pohon di Sumedang
"Dengan dibangunnya pabrik amonium nitrat ini, impor akan berkurang 8 persen dari yang sebelumnya 21 persen.
"Artinya kita masih akan mengimpor sebanyak 13 persen,” kata Presiden Jokowi, seperti dikutip KabarBUMN.com dari dahana.id, Minggu (3/3/2024).
Menurut Jokowi, uang senilai Rp1,2 triliun tergolong kecil untuk Kementerian BUMN.
Untuk itu, ia meminta ekspansi bisnis berlanjut sehingga substitusi barang impor bisa dilakukan.
Ia juga menginginkan produksi bahan baku pupuk dari hulu sampai hilir bisa dilakukan di dalam negeri.
Artikel Terkait
Melalui In House Training di Subang, DAHANA Berikan Pembekalan Bagi Operator-Operator Baru MMT Full Auto
DAHANA Gelar Lomba Cerdas Cermat Bulan K3 DEFEND ID, Sekaligus Jadi Juara Pertama Perlombaan di Subang
Upaya Mengatasi Krisis Iklim, Dahana Ikut Aksi Penanaman Ribuan Pohon di Sumedang
Jadi Tuan Rumah DEFEND ID Cup 2024, DAHANA Raih Juara Tiga Cabor Voli